Selasa, 7 April 2026

Berita Video

VIDEO: Rektor UI Baru Sebut Rangking Perguruan Tingg Bukan yang Terpenting

"Terpenting adalah proses, menjadi rangking. Kalau rankingnya baik bagus dan proses ya bagus, itu yang ideal," papar Ari.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D (kanan) melakukan salam komando dengan Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met Rektor UI (2014-2019) seusai dilantik dan serah terima jabatan di Balai Purnomo, UI Depok, Rabu (4/12/2019). 

Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro menanggapi soal tantangan ranking UI di kancah Asean dan dunia yang diucapkan Ketua Majelis Wali Amanat UI, Saleh Husin.

Menurut Ari, ranking itu sebuah motivator dan bukan suatu tujuan. 

Terpenting, kata Ari, bagaimana UI bisa mencerdaskan bangsa, sebab, bila berpatokan pada ranking, hal itu tak menutup kemungkinan akan adanya manipulasi ranking.

"Terpenting adalah proses, menjadi rangking. Kalau rankingnya baik bagus dan proses ya bagus, itu yang ideal," papar Ari.

Dalam sambutannya, Ari mengatakan dirinya akan menyontoh negara-negara di Asia seperti China, Jepang, dan Korea yang telah lebih jauh melesat dari berbagai sektor, khususnya pendidikan.

Dengan berdiskusi bersama para Dekan di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI, Ari mengatakan dirinya menanyakan apa yang membuat negara-negara itu tahan banting.

"Jawabannya, kami sebut sebagai social capital atau modal sosial," kata Ari.

Dengan begitu, Ari mengatakan ke depan, bila mengambil sebuah kebijakan, dirinya akan turut memertimbangkan akar budaya dari manusia-manusia baik yang menentukan kebijakan maupun yang menerima kebijakan.

"Ada nilai-nilai budaya yang harus dipertahankan dan dimajukan dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan lainnya, kalau tidak, maka akan kembali ke nol," kata Ari.

Yang menarik, kata Ari, institusi apapun juga misal UI, tidak pernah belajar karena yang belajar itu adalah manusianya.

Untuk itu, dalam mengemban amanah barunya ini, Ari mengatakan kesuksesan dirinya sebagai pemenang dalam pemilihan rektor bukanlah kemenangan personal.

Karena menurutnya, Rektor UI setelahnya bukanlah pemenang tapi meneruskan jejak social capital dari yang telah dilakukan rektor-rektor sebelumnya.

Dimana menjadikan manusia sebagai network atau jejaring yang harus dikembangkan lagi untuk terus bergerak maju.

"Dengan jejaring-jejaring ini lah yang harus diupayakan bagaimana menembus sekat-sekat untuk bisa memajukan UI," kata Ari

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved