Kriminalitas

Pesan Kak Seto Terkait Tawuran Maut di Sunter Jaya Jadi Hiburan Terjadi Bukan karena Saling Benci

Tawuran yang berawal dari percakapan di grup WhatsApp itu diketahui dilakukan bukan karena saling benci, melainkan hiburan semata.

Pesan Kak Seto Terkait Tawuran Maut di Sunter Jaya Jadi Hiburan Terjadi Bukan karena Saling Benci
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Pesan Kak Seto disampaikan, saat dia berada di Mapolres Metro Jakarta Utara. 

Tawuran yang terjadi di Jalan Sunter Kangkungan, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (24/112019) lalu, mengakibatkan Herly Santoso (24) menghembuskan nafas terakhirnya.

Tawuran yang berawal dari percakapan di grup WhatsApp itu diketahui dilakukan bukan karena saling benci, melainkan hiburan semata bagi kedua anggota geng motor.

Kenyataan itu membuat Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi miris.

Hal ini menjadi bukti WhatsApp bisa disalahgunakan untuk berbuat sesuatu yang negatif.

"WhatsApp kan memang menjadi media komunikasi yang efektif ya, tapi bisa untuk hal positif, bisa untuk hal negatif," kata Kak Seto, (4/12).

Hal tersebut juga dianggap Kak Seto tidak terlepas dari naluri anak muda. Mereka ingin menyalurkan rasa kebersamaan dalam sebuah wadah meski ternyata salah sasaran.

"Bahwa remaja itu saling bersama memang naluri remaja di seluruh dunia, naluri remaja memang begitu," kata dia.

Tidak hanya itu, Kak Seto juga menyoroti salah satu penyebab tawuran dijadikan sebagai hiburan karena padatnya jam pelajaran.

"Anak zaman sekarang sekolah bawa koper, buku seabrek abrek. Pulang-pulang masih banyak PR. Akhirnya, teler. Akhirnya meledak," kata Kak Seto.

Kak Seto berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mampu mengubah kurikulum yang ada. Sehingga anak-anak tidak terlalu dibebani dengan materi pembelajaran.

Halaman
123
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved