Aksi OPM

Situasi Terkini Setelah TNI Berhasil Tembak Mati Anggota KKB Papua Saat HUT OPM

Terjadi kontak senjata berlangsung saat HUT OPM 1 Desember Minggu (1/12/2019) malam dan Senin (2/12/2019) pagi

Situasi Terkini Setelah TNI Berhasil Tembak Mati Anggota KKB Papua Saat HUT OPM
Istimewa/Antara
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua 

Dia menarik diri dari kelompok Goliath Tabuni dan mulai membentuk kelompok tersendiri yang terdiri dari anggota yang berusia muda, brutal, emosional dan tidak berpendidikan.

Purom Okiman Wenda
Purom Okiman Wenda (facebook)

Berikut ini catatan jejak kekejaman kelompok separatis Purom Wenda :

Tahun 2012

Kelompok Purom Wenda mulai dikenal ketika melakukan penyerangan terhadap Mapolsek Pirime pada 27 November 2012.

Purom dkk membunuh dengan keji 3 orang anggota Polsek Pirime dan merampas 3 pucuk senjata api, 2 senjata api laras panjang dan 1 pistol Revolver.

Bahkan beberapa hari kemudian, ketika Kapolda Papua saat itu, Irjen Pol Tito Karnavian meninjau TKP di Mapolsek Pirime, Purom dengan arogansinya melakukan penembakan terhadap rombongan Kapolda.

Keputusan yang didasari arogansi dan kebodohannya itu justru mengakibatkan salah satu anggotanya, Wandis Wanimbo, tewas tertembak aparat.

6 Fakta Pimpinan KKB Papua Iris Murib Terkenal Sadis Sampai Bunuh 3 Polisi

Sebagai pemimpin kelompok tersebut, Purom lah yang sesungguhnya paling bertanggung jawab atas kematian anggotanya tersebut.

- Sebulan kemudian, Desember 2012, Purom dkk kembali menembak seorang warga sipil, Ferdi Turuwalo, seorang pekerja bangunan asal Toraja di kampung Dugom, Distrik Tiom. Jenazah Ferdi ditemukan dengan luka tembak di kepala. Ini menunjukan bahwa Ferdi ditembak dari jarak sangat dekat. Sadis !!!

Tahun 2014
Tanggal 30 Mei 2014 sore hari, kelompok Purom Wenda kembali beraksi di depan sebuah kios pengecer BBM, Distrik Tiom.

Dia menembak mati seorang anggota Polri bernama Bripda Irfan yang sedang melintas.

Dua bulan kemudian, 17 Juli 2014, seorang warga sipil bernama Nasito, asal Purbolinggo, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek ditembak di bagian leher oleh Purom Wenda dkk di dekat SD Inpres Desa Dugume, Distrik Tiom, Kab. Lanny Jaya.

Sekitar seminggu kemudian, 28 Juli 2014, kelompok Purom melakukan penghadangan terhadap Tim patroli gabungan Polres Lanny Jaya dan Polsek Pirime di Kampung Nugume, Distrik Pirime.

Pada 1 Agustus 2014, kembali Purom menunjukan arogansinya dengan melakukan penghadangan terhadap pasukan TNI yang sedang melaksanakan pergeseran pasukan dari Wamena menuju Lanny Jaya.

Satu orang prajurit TNI menderita luka tembak dan 5 orang kelompok Purom tewas dalam kontak senjata tersebut.

-Tiga hari kemudian, 4 Agustus 2014, kelompok separatis ini kembali menyerang konvoi personel Brimob Papua yang sedang mengawal Sekda Kab.

Lanny Jaya di sekitar jembatan Yalipok, lerbatasan Kampung Jiwili dan Kampung Wiremgembur.

Satu orang personel Brimob menderita luka pada kornea mata terkena kelongsong peluru.

Tahun 2015

Dua orang warga sipil bernama Giku Murib dan Markus, yang bekerja sebagai pengemudi dan operator alat berat CV Nirwana menderita luka tembak di tangan dan bahu kiri setelah mobil yang mereka tumpangi ditembak dari arah belakang di Distrik Popome.

Purom dkk juga membakar 1 unit Escavator milik CV Nirwana.

Tahun 2016

Siang tanggal 22 Agustus 2016, seorang warga sipil karyawan PT Asjaya berusia 36 tahun bernama Simon, asal Toraja, ditembak mati di bagian kepala dan dada kanan oleh kelompok Purom Wenda di desa Kome, Distrik Malagaineri, Kab. Lanny Jaya.

Tahun 2017

Bripka Awaludin mengalami luka parah di kepala akibat penembakan yang dilakukan oleh Purom Wenda di kios milik Awaludin di Pasar Tiom, Distrik Tiom, Kab. Lanny Jaya pada 1 Mei 2017.

Tahun 2018
Tanggal 2 November 2018, KKSB menembak tukang ojek yg bernama Yanmar di Kampung Mokani, Distrik Balingga, Kab Lanny Jaya.

Tanggal 3 November 2018, kelompok Purom Wenda menyerang TNI yang akan mengambil jenasah Yanmar. Dua anggota KKB tewas saat terlibat baku tembak.

Senin, 12 November Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kembali melakukan penembakan terhadap tukang ojek, Aldi (23) di Kabupaten Lanny Jaya, Papua setelah menurunkan penumpang di Kampung Jiwili, Distrik Wiringambur, sekitar pukul 16.45 WIT. Beruntung tembakan meleset sehingga korban selamat.

September 2019

Purom Okiman Wenda memberikan waktu dalam satu bulan kepada orang non Papua untuk segera meninggalkan dari tanah West Papua.

“Orang pendatang segerah pulang kampung atau ke daerah masing-masing, tinggalkan Tanah Papua, saya kasih waktu dalam satu bulan ini”. Tegas Purom melalui telepon selulernya kepada media majalahwekonews. Selasa, (3/09/2019).

“Apabila himbauan saya ini tidak mau mendengar maka kami akan tembak mereka, tidak peduli dia pengusaha sipil atau pegawai negeri. Abang Ojek juga kami akan tembak,” katanya.

Artikel ini dikompilkasi dari Kompas.com dengan judul "2 Hari Kontak Senjata dengan TNI-Polri di Lanny Jaya Papua, 2 Anggota KKB Tewas", "Markas KKB Purom Wenda di Papua yang Tak Tersentuh Akhirnya Bisa Dikuasai"


Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved