Sekolahnya Retak dan Rawan Ambruk, Puluhan Murid Penyandang Disabilitas Jalani UAS di Bawah Tenda

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyayangkan para siswa ditempatkan di tenda untuk menjalani ujian semester

Sekolahnya Retak dan Rawan Ambruk, Puluhan Murid Penyandang Disabilitas Jalani UAS di Bawah Tenda
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman T
Siswa disabilitas Sekolah Khusus Assalam 01 ujian di tenda yang dibangun di Sekolah Khusus Assalam 02, Serpong, Tangsel, Selasa (3/12/2019). 

Lantaran gedung sekolahnya retak dan rawan ambruk, puluhan murid penyandang disabilitas dan guru Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 adalah menjalani ujian akhir semester (UAS) di bawah tenda darurat.

Total ada 30 murid disabilitas dari SKh Assalam 01 yang melaksanakan UAS di tenda. Mereka adalah siswa kelas VI SD, tingkat SMP dan SMA.

Sementara 54 murid kelas I sampai V SD meminjam ruangan kelas di SKh Assalam 02.

Pantauan TribunJakarta.com di SKh Assalam 02, Selasa (3/12), tenda seluas lapangan bulutangkis dan satu tenda lagi yang berukuran setengahnya dijadikan tempat untuk ujian. Di ruangan tenda itu ada meja, kursi, dan kipas angin.

Indri Firmandyah, pengajar sekaligus Bendahara Sekolah, mengatakan, belum tahu sampai kapan mereka mengungsi di tenda.

“Ya belum tahu sampai kapan. Sampai gedung baru jadi. Itu juga enggak tahu sampai kapan,” ujar Indri di SKh Assalam 02 seperti dilansir TribunJakarta.com.

Indri sendiri belum mengetahui kapan dan di mana gedung baru SKh Assalam 01 yang baru akan dibangun.

“Ya mau bagaimana lagi,” ujarnya pasrah.

Sebagai pengajar, terlebih bagi siswa berkebutuhan khusus, Indri dan guru-guru lainnya pantang mengeluh.

Mereka harus tegar di depan para siswanya.

Halaman
12
Penulis: Dedy
Editor: Dedy
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved