HP Ilegal

POLISI Telusuri Kemungkinan Adanya Jaringan Tiongkok Terkait Pabrik Handphone Ilegal

Polres Metro Jakarta Utara akan menelusuri adanya jaringan dari Tiongkok terkait pabrik handphone ilegal di Ruko Toho Blok N, Kamal Muara, Jakarta.

POLISI Telusuri Kemungkinan Adanya Jaringan Tiongkok Terkait Pabrik Handphone Ilegal
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Polres Metro Jakarta Utara ungkap adanya pabrik handphone ilegal di Ruko Toho Blok N 28 dan 30, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (28/11/2019) lalu. 

Polres Metro Jakarta Utara akan menelusuri adanya jaringan dari Tiongkok terkait pabrik handphone ilegal di Ruko Toho Blok N 28 dan 30, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya akan mendalami adanya jaringan lain mengingat tersangka NG mengimpor sparepart handphone dari Tiongkok.

"Tentunya ini nanti akan kami dalami karena memang awalnya tersangka ini kan hanya mempunyai izin untuk menjual aksesoris," ungkap Budhi, Senin (2/12/2019).

Pemilik pabrik handphone ilegal itu menjalankan usahanya di ruko tersebut dengan izin perdagangan aksesoris.

Namun izin itu malah disalahgunakan dan justru merakit serta menjual handphone.

 BREAKING NEWS: Ledakan di Monas Jakarta Pusat, Dua Anggota TNI Jadi Korban

 Rizieq Shihab Minta Pendukungnya Menghukum Mati Penista Agama Secara Cerdas, Apa Maksudnya?

 TNI-Polri Kontak Tembak Hingga Dua Hari di Lanny Jaya Papua, Dua Anggota KKB Tewas

 Starting XI dan Link Live Streaming Atletico vs Barcelona, Mainkan Griezmann, Suarez dan Messi

"Tapi kemudian dia impor sparepart, sparepartnya itu memang terpisah-pisah yang dia impor, kemudian disatukan. Dan jadilah sebuah unit handphone sesuai dengan apa yang mereka kehendaki," ungkapnya.

Pelaku dalam beraksi mempekerjakan 29 karyawan dimana 3 orang di antaranya masih dibawah umur.

NG juga diketahui memiliki karyawan yang memiliki kemampuan dalam bidang telekomunikasi.

"Tersangka ini memang mempekerjakan orang yang punya keahlian tertentu dalam hal telekomunikasi. Sebagai contoh, ada yang mensolder, ada yang membetulkan kabel, dan seterusnya," katanya.

 KRONOLOGI Meninggalnya Calon Taruna Poltekip Hukum dan HAM di Depok Setelah Menjalani Latihan

Sementara barang bukti yang disita yakni berupa handphone dengan berbagai merek seperti Coolmi, Prince dan lain-lain dengan jumlah lebih dari 18 ribu unit.

Pelaku dijerat dengan Pasal 104 Jo Pasal 6 dan/atau Pasal 106 Jo Pasal 24 dan/atau Pasal 111 Jo Pasal 47 UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Selain itu juga Pasal 52 Jo Pasal 32 UU RI Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi serta Pasal 62 Jo Pasal 8 UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

 Tak Kunjung Diberangkatkan ke Jepang, Anggota DPR Sidak ke LPK di Tambun Bekasi

Adapun ancaman hukumannya paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp 2 miliar. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved