Mengurangi Kemacetan di Jakarta, BPJT: Terus Mendorong Pengunaan Kendaraan Umum

Untuk mengurangi kemacetan di Jakarta, Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) terus mendorong penggunaan kendaraan umum.

(komisikepolisianindonesia.com)
Ilustrasi tanda nomor kendaraan 

Meski begitu, ia mengatakan, telah terjadi peningkatan tren penggunaan kendaraan umum setiap harinya.

Hal ini ditandai dengan meningkatnya kecepatan rata-rata angkutan umum sebanyak 22,86 persen sejak 2015.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Untuk mengurangi kemacetan di Jakarta, Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) terus mendorong penggunaan kendaraan umum.

Kendaraan angkutan transportasi massal akan terus ditambah, di samping juga memberlakukan aturan pembatasan kendaraan pribadi yang lebih advance.

Bambang Prihartono, Kepala BPTJ, mengatakan, jika pergerakan orang di Jakarta setiap harinya telah meningkat hingga lebih dari dua kali lipat.

Dari 47,5 juta orang tahun 2015, menjadi 88 juta orang pada 2018.

1 Dekade Terakhir Ini Rekor Temperatur Dunia Terpanas, Berikut Penjelasannya

“Intinya kami akan mengejar ketertinggalan yang sudah mencapai 88 juta orang per hari," kata Bambang, kemarin.

Bambang mengatakan,"Kalau kami ingin 60 persen saja, artinya ada 52 juta yang harus naik angkutan umum."

Meski begitu, ia mengatakan, telah terjadi peningkatan tren penggunaan kendaraan umum setiap harinya.

Hal ini ditandai dengan meningkatnya kecepatan rata-rata angkutan umum sebanyak 22,86 persen sejak 2015.

Produk Asal Indonesia yang Laris saat Alibaba 11.11

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved