Ujian Nasional

Mendikbud Nadiem Makarim Wacanakan Hapus UN, KPAI Nilai Moratorium UN Lebih Tepat

KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan Mendikbud Nadiem Makarim mewacanakan untuk menghapus kebijakan Ujian Nasional (UN).

Mendikbud Nadiem Makarim Wacanakan Hapus UN, KPAI Nilai Moratorium UN Lebih Tepat
Twitter@Kemdikbud_RI
Mendikbud Nadiem Makarim memimpin rapat pimpinan tingkat kementerian untuk pertama kalinya pada Kamis (24/10/2019). 

Dimana ketiga perintah MA sebagai prasyarat pelaksanaan UN tambah Retno seharusnya dipenuhi dahulu oleh pemerintah untuk pelaksanaan UN.

"Oleh karena itu, moratorium UN lebih tepat dibandingkan menghapus UN. Apalagi Menteri Nadiem juga menyatakan penghapusan UN masih harus dikaji lagi," katanya.

Kemudian kata Retno, KPAI sangat mendukung jika Ujian Nasional (UN) tidak lagi dijadikan parameter masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi karena PPDB sudah menggunakan sistem zonasi murni.

KPAI katanya juga mendukung penghapusan UN sebagai penentu kelulusan siswa.

 Tak Kunjung Diberangkatkan ke Jepang, Anggota DPR Sidak ke LPK di Tambun Bekasi

Namun KPAI kata Retno berpendapat bahwa UN masih bisa digunakan untuk parameter pemetaan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Dengan catatan UN tidak dilakukan setiap tahun, dan tidak dilakukan di semua sekolah serta juga tidak dilaksanakan semua siswa di sekolah tersebut atau intinya sampel saja yang melaksanakan UN," kata Retno.

"Pemerintah Indonesia masih perlu Ujian Nasional, tetapi hanya sebagai parameter  pemetaan kualitas pendidikan, karena kualitas di Pulau Jawa dan luar Jawa, atau kota dan desa, berbeda sekali," katanya.

Untuk itu UN dipakai untuk mengukur kinerja pemerintah bukan kemampuan akademik siswa.

 KIM JONG UN Tersenyum Luncurkan Rudal Balistik ke Amerika Serikat, Sengaja?

"Meskipun UN sudah tidak menentukan kelulusan, tapi masih diperlukan, misalnya untuk menentukan intervensi pemerintah dalam membantu sekolah," kata dia.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved