Warga di 21 Kecamatan di Kabupaten Bogor Diimbau Selalu Pantau Tebing dan Alur Sungai Rawan Longsor

Kewaspadaan masyarakat itu dalam bentuk pengamatan dan pemantauan pada tebing-tebing pada perbukitan maupun alur-alur sungai yang rawan longsor.

Warga di 21 Kecamatan di Kabupaten Bogor Diimbau Selalu Pantau Tebing dan Alur Sungai Rawan Longsor
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Evakuasi korban luka dalam musibah tanah longsor di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor dibawa ke rumah sakit, Sabtu (16/2/2019). 

“Sedangkan pada 2018 ada 156 kejadian,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang dihimpun pihak BPBD Kabupaten Bogor, peristiwa longsor dan banjir bandang di Kabupaten Bogor sepanjang tahun 2019 telah terjadi sebanyak 165 kejadian.

Dalam musibah itu merengut korban jiwa sebanyak sembilan orang. Selain itu mengakibatkan empat orang warga masing-masing mengalami luka berat dan luka sedang.

Sementara, 10 orang warga lainnya hanya mengalami luka ringan.

Musibah alam berupa longsor dan banjir bandang di tahun 2019 tersebut lebih tinggi jumlahnya dibanding kejadian di tahun 2018.

Di tahun 2018, terjadi 156 kejadian.

Dalam musibah itu merengut korban jiwa sebanyak delapan orang.

Selain itu mengakibatkan enam orang mengalami luka sedang dan delapan orang lainnya mengalami luka ringan.

Imbauan BPBD Kab. Bogor Antisipasi Bahaya Longsor :
• Selalu amati dan pantau tebing-tebing pada perbukitan maupun alur-alur sungai yang rawan longsor.
• Amati apabila timbul keretakan atau rekaman tanah segera ditutup.
• Atau melihat tiang listrik atau pohon yang miring, itu tanda-tanda pergerakan tanah.
• Apabila melihat gejala itu maka warga secepatnya melaporkan kepada petugas setempat

Penulis: Adi Kurniawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved