Warga di 21 Kecamatan di Kabupaten Bogor Diimbau Selalu Pantau Tebing dan Alur Sungai Rawan Longsor

Kewaspadaan masyarakat itu dalam bentuk pengamatan dan pemantauan pada tebing-tebing pada perbukitan maupun alur-alur sungai yang rawan longsor.

Warga di 21 Kecamatan di Kabupaten Bogor Diimbau Selalu Pantau Tebing dan Alur Sungai Rawan Longsor
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Evakuasi korban luka dalam musibah tanah longsor di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor dibawa ke rumah sakit, Sabtu (16/2/2019). 

Memasuki musim penghujan, Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memperkirakan sebanyak 21 kecamatan di Kabupaten Bogor berpotensi banjir bandang dan longsor untuk skala menengah sampai tinggi.

Oleh karena itu, warga diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan maupun kewaspadaannya terhadap bahaya yang sewaktu-waktu dapat mengancam itu.

“Ke-21 Kecamatan itu berada di Kabupaten Bogor wilayah Timur, Selatan, dan Barat,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor, Dede Armansyah kepada Warta Kota, Senin (2/12/2019).

Menurut Dede, pihaknya mengimbau kepada warga dan aparat di tingkat desa maupun RT/RW untuk siap siaga dan waspada terhadap ancaman banjir dan tanah longsor.

Mengingat kawasan Bogor berdasarkan topografi merupakan pegunungan dan lereng. “Dan ini harus diantisipasi oleh masyarakat,” imbuhnya.

Kewaspadaan masyarakat itu dalam bentuk pengamatan dan pemantauan pada tebing-tebing pada perbukitan maupun alur-alur sungai yang rawan longsor.

“Amati apabila timbul keretakan atau rekaman tanah segera ditutup. Atau melihat tiang listrik atau pohon yang miring, itu tanda-tanda pergerakan tanah. Apabila melihat gejala itu maka warga secepatnya melaporkan kepada petugas setempat,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, mengungkapkan bahwa pihaknya selalu bersiaga penuh dalam menghadapi setiap ada bencana longsor maupun banjir.

“Kami selalu siap 24 jam setiap hari. Kami ada 60 orang yang menjadi Tim Reaksi Cepat (TRC) dan terbagi dalam tiga regu,” kata Adam kepada Wartakotalive.com.

Dikatakannya, selama 2019 ada 165 kejadian longsor yang terjadi di Kabupaten Bogor.

Halaman
12
Penulis: Adi Kurniawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved