Kasus First Travel

Suara Korban First Travel Terbelah antara yang Ingin Umroh dan Uang Dikembalikan

Para korban yang datang ke PN Depok sejak pagi terbagi menjadi dua kubu, yakni yang menggunakan pakaian hitam, dan menggunakan pakaian putih.

WARTA KOTA/VINI RIZKI AMELIA
Sidang putusan gugatan perdata First Travel, di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Depok, Kota Kembang, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (2/12/2019). 

Kasus penggelapan dan pencucian uang PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel (FT), membuahkan banyak kisah di belakangnya.

Salah satunya adalah pecahnya kubu para korban jamaah yang total keseluruhan mencapai 63.000 orang.

Hal itu tampak pada jalannya sidang gugatan perdata aset FT di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Kota Kembang, Cilodong, Depok, Senin (2/12/2019).

VIDEO: Hakim PN Depok Tolak Gugatan Perdata Korban First Travel, Korban Langsung Berteriak

Para korban yang datang ke PN Depok sejak pagi terbagi menjadi dua kubu, yakni yang menggunakan pakaian hitam-hitam, dan menggunakan pakaian putih-putih.

Mereka yang menggunakan pakaian hitam merupakan kubu penggugat yang berharap aset FT dikembalikan ke jamaah.

Sedangkan mereka yang berpakaian putih merupakan jamaah yang hanya memantau jalannya sidang dan berharap keinginan mereka untuk pergi ke tanah suci dapat terwujud.

BREAKING NEWS: PN Depok Tolak Gugatan Perdata Korban First Travel, Majelis Hakim Beda Pendapat

Mardani (60), salah seorang di antara yang masuk dalam kubu penggugat, mengatakana ingin uang yang telah disetorkannya ke FT sebesar Rp 20 juta dikembalikan.

"Kalau diberangkatkan nanti pakai travel lain, lama lagi, belum nanti misalkan mau disuruh nambah biaya, uang lagi aja," kata Mardani saat ditemui seusai sidang.

Adapun Fauziah (55) menyatakan ingin segera diberangkatkan umroh sesuai dengan cita-cita saat mendaftarkan diri dan menyetorkan uang ke FT.

TOLAK Rencana Pemerintah Berangkatkan Umroh, Korban First Travel Ingin Uang Kembali

Gugatan Ditolak

Halaman
12
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved