Berita Daerah

Puluhan Warga Tewas Disengat Tawon Vespa Affinis, Ini Kisah Korban Selamat Saat Detik-Detik Disengat

Warga asal Klaten, Jawa Tengah, Nur Fahrudin alias Udin bercerita, ketika dirinya disengat tawon vespa affinis alias tawon endhas alias tawon ndas.

Puluhan Warga Tewas Disengat Tawon Vespa Affinis, Ini Kisah Korban Selamat Saat Detik-Detik Disengat
Wikipedia Commons/Judy Gallagher
Warga asal Klaten, Jawa Tengah, Nur Fahrudin alias Udin bercerita, ketika dirinya disengat tawon vespa affinis alias tawon endhas alias tawon ndas. 

Seorang warga asal Klaten, Jawa Tengah, Nur Fahrudin alias Udin bercerita, ketika dirinya disengat tawon vespa affinis alias tawon endhas alias tawon ndas.

Sebab, saat ini tawon ganas menyerang ke berbagai wilayah antara lain Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sukoharjo, Demak, Semarang, Pemalang, Kudus, dan wilayah sekitarnya.

Bahkan, puluhan warga tewas disengat tawon vespa Affinis di Jawa Tengah, namun ada beberapa warga selamat pasca disengat setelah dapat penanganan khusus.

Salah satu warga selamat dari sengatan tawon vespa affinis tersebut yakni pria bernama Nur Fahrudin alias Udin (48).

2 Orang Tewas, Berikut Penjelasan soal Tawon Ndas dan Bagaimana Sengatnya Bisa Mematikan Orang

TERUNGKAP Pemandu Wisata Disengat Tawon hingga Mati Bikin Takut Wisatawan, Ini Kronologinya

Disengat Tawon Ndas, Empat Warga Bekasi Dibawa ke UGD

Lelaki yang biasa disapa Udin ini, mendapat sengatan tawon ndas di beberapa bagian tubuhnya. Sabtu (30/11) dia sedang antre ambil obat di RSD Bagas Waras Kabupaten Klaten.

Kepada Tribun Jateng ia mengaku sedang kontrol atau rawat jalan setelah lima hari dirawat intensif di rumah sakit akibat serangan tawon vespa.

Sekujur tubuhnya masih terlihat bekas sengatan serangga yang oleh warga sekitar menyebutnya Tawon Endas.

Saking banyaknya tawon yang menyerang dia, warga Desa Pesu RT01/RW01, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten tersebut tidak bisa menghitung ada berapa kali sengatan di tubuhnya.

Perangkat Desa Pangkah, Ari Sapto menunjuk sarang tawon berdiameter sekitar 50 centimeter di dua lokasi terpisah. (Tribun Jateng/Akhtur Gumilang)

"Rasanya kayak orang dipukuli pakai palu," kata Nur Fahrudin (48) menggambarkan kejadian yang dialaminya.

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved