Ponsel Murah China Merajalela, Bagaimana Nasib Vendor Ponsel Lokal Indonesia?

Nasib vendor ponsel lokal dipertanyakan di tengah gempuran bertubi-tubi dari produsen ponsel China.

Ponsel Murah China Merajalela, Bagaimana Nasib Vendor Ponsel Lokal Indonesia?
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Nasib vendor ponsel lokal dipertanyakan di tengah gempuran bertubi-tubi dari produsen ponsel China.

Vendor ponsel lokal seperti Advan, Mito, Polytron, hingga Evercoss pun kini tak terdengar lagi gaungnya pada lima besar penguasa ponsel Indonesia.

Padahal hingga 2018, beberapa nama vendor lokal seperti Advan dan Evercoss masih masuk daftar lima besar ponsel Indonesia.

Mochtar Riady: Sekarang Zamannya AI dan Nano Technology

Melihat gencarnya produsen ponsel China merayu pengguna ponsel Tanah Air, analis pasar IDC Indonesia, Rizky Febrian, menilai sangat sulit bagi vendor lokal untuk berkompetisi.

Berikut empat alasan mengapa hal itu bisa terjadi.

1. Produsen China Ambil Pasar

Pasalnya vendor-vendor yang saat ini ada di posisi lima besar dari luar negeri sudah mulai bermain di segmen ultra low end dan low end.

Padahal kedua segmen itu adalah sumber pendapatan vendor lokal untuk bisa terus menjalankan bisnis.

Awalnya menurut Rizky vendor lokal bisa bertahan hidup dari pasar low end dan ultra low end.

Ini adalah pasar ponsel murah dengan rentang harga di bawah Rp1,4 juta (ultra low end) dan ultra low end (Rp1,41-2,9 juta).

Halaman
1234
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved