Pengedar Narkoba
90 Persen Peredaran Narkoba Berasal dari Dalam Lapas, Pengendalian Cukup dengan Ponsel,
90 Persen Peredaran Narkoba Berasal dari Dalam Lapas, Terpidana di Lapas Kendalikan Peredaran Narkoba cukup dengan Ponsel yang diselundupkan ke Lapas
Penulis: Rangga Baskoro |
Sebanyak 90 persen peredaran narkoba di Indonesia dikontrol oleh terpidana penyalahgunaan narkotika dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Terpidana di Lapas kendalikan peredaran narkoba cukup dengan ponsel yang diselundupkan ke Lapas.
Demikian disampaikan oleh Direktur Tindak Pidan (Dirtipid) Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto.
"80-90 persen pengendali (narkoba) dari Lapas. Kita setiap bulan ada pertemuan yang di situ ada Dirjen PAS, Dir Narkoba, BNN, Kejaksaan Agung, dan MA. Semua duduk bersama membicarakannya," kata Eko di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/12/2019).
• Bandar Sabu Asal Nigeria Mati Setelah Dilumpuhkan Polisi, Begini Polsi Sita Barang Bukti 150 Kg Sabu
Eko menerangkan status peredaran narkoba di Indonesia telah memasuki tingkat darurat dan tergolong sebagai kejahatan luar biasa atau extraordinary crime.
Hal tersebut tak lepas dari masih lemahnya pengawasan terhadap para gembong narkoba yang masih dapat berbisnis dari penjara.
Pengawasan yang lemah menyebabkan para penghuni lapas leluasa menyelundupkan handphone guna mengontrol bisnis haramnya.
Ia meyakini bila para terpidana satu hari saja tak memiliki akses menggunakan handphone, peredaran narkoba di Indonesia dapat berkurang.
"Minimal satu atau dua hari tidak ada telepon yang keluar dari LP (Lapas) berarti sudah bisa menekan angka masuknya barang haram ke Indonesia," ujarnya.
Meski menyoroti lemahnya pengawasan Ditjen PAS terhadap para terpidana, Eko enggan mengomentari kinerja jajaran pimpinan Sri Puguh Budi Utami.
Dia hanya menyebut sejak jauh-jauh hari Direktorat Narkoba Mabes Polri sudah memperingati pentingnya pengawasan terhadap para terpidana.
"Memang tidak mudah ya, mungkin mereka ada kendala, hambatan. Saya tidak mau mencampuri urusan dari ranahnya mereka, tapi yang jelas kita berikan suatu masukan," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kasus-wn-nigeria-sabu.jpg)