Berita Tangerang

Satpol PP Kabupaten Tangerang Tutup Galian Tanah Cisoka

Hafid mengaku sangat prihatin dengan adanya galian tanah tersebut. Pasalnya, lahan menjadi rusak.

Satpol PP Kabupaten Tangerang Tutup Galian Tanah Cisoka
Warta Kota
Satpol PP Kabupaten Tangerang Tutup Galian Tanah Cisoka 

Satpol PP Kabupaten Tangerang beserta petugas gabungan lainnya menutup galian ilegal. Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi Sentosa mengatakan, di Kecamatan Cisoka ada dua galian tanah aktif.

Di antaranya di Kampung Lewi Dahu dan Jeungjing. Namun untuk saat ini yang ditertibkan, yaitu galian yang ada di Kampung Lewi Dahu.

Menurut Bambang penertiban dilakukan secara bertahap. Karena harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Memang galian di wilayah Kecamatan Cisoka ada dua, tetapi hari ini hanya satu yang ditertibkan. Karena untuk melakukan penertiban harus sesuai dengan SOP, untuk galian di Kampung Lewi Dahu ini SOP-nya sudah berjalan. Mulai dari SP1, SP2, SP3 sampai akhirnya ditertibkan," ujar Bambang, Sabtu (30/11/2019).

Bambang menambahkan, di Kabupaten Tangerang tidak ada ruang untuk galian tanah. Pihaknya akan terus melakukan penindakan dan penertiban terhadap galian yang masih aktif, walaupun pengangkutannya menggunakan kendaraan kecil.

VIDEO: Mandiri Nusa Dua Internasional Run 2019, Berlari di Jalan Tol Tengah Laut Bali Mandara

"Di Kabupaten Tangerang sendiri sebenarnya tidak ada ruang untuk galian tanah. Walaupun menggunakan kendaraan kecil. Semua nanti akan kita tertibkan, namun tetap sesuai dengan SOP," ucapnya.

Sementara itu, Camat Cisoka Ahmad Hafid menjelaskan galian tanah di wilayahnya sangat diresahkan oleh warga sekitar dan pengguna jalan. Pasalnya, ketika musim penghujan tiba, jalan raya menjadi sangat kotor dan licin.

Sehingga rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Menurut Hafid, galian tanah di Kampung Lewi Dahu, Desa Caringin ini sudah beraktivitas selama 1 bulan.

"Kurang lebih satu bulan sudah beroperasi. Penutupan galian ini, selain ilegal juga karena aspirasi warga sekitar dan pengguna jalan yang merasa resah, karena sangat mengganggu aktivitas," kata Hafid.

Dirinya menyebut penutupan galian sudah sesuai dengan prosedur 731, dalam artian, SP1 diberi waktu 7 hari, SP2 diberi waktu 3 hari, dan SP3 diberi waktu 1 hari. Jika SP itu tidak diindahkan maka dengan terpaksa pihaknya bersama dengan Satpol PP, Polsek Cisoka, dan Koramil melakukan penertiban.

VIDEO: Begini Penampakan Hotel Kapsul Bobobox di Kebayoran Baru

Hafid mengaku sangat prihatin dengan adanya galian tanah tersebut. Pasalnya, lahan menjadi rusak.

Dia mengimbau kepada masyarakat atau pemilik tanah agar tidak menjual tanahnya dengan cara digali. Sebab galian tanah sangat merusak lingkungan.

"Saya prihatin lihatnya, soalnya lingkungan menjadi rusak, galiannya itu juga dalem-dalem sampe ada yang 5 meter. Untuk warga, walaupun memang itu haknya, tetapi sebaiknya tidak menjual tanahnya dengan cara digali. Karena kasihan nanti anak cucu kita kalau lingkungannya sudah rusak, mereka tidak bisa menikmati alam lagi," ungkapnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved