Berita Internasional

Seorang Lansia Kaget Pengasuhnya Tewas Diterkam Babi Liar di Halaman Rumah, Tubuhnya Penuh Luka

Seorang pria lanjut usia atau lansia kaget pengasuhnya tewas diterkam babi liar di halaman rumahnya sendiri.

Seorang Lansia Kaget Pengasuhnya Tewas Diterkam Babi Liar di Halaman Rumah, Tubuhnya Penuh Luka
Kolase Warta Kota/All that's Interesting
Seorang pria lanjut usia atau lansia kaget pengasuhnya tewas diterkam babi liar di halaman rumahnya sendiri. 

Maksum mengatakan, tiba-tiba diserang babi hutan saat sedang mencari rumput di ladang sekitar pukul 10.00 WIB.

Akibatnya, Maksum menderita luka robek pada bagian lengan kanan dan luka lebam pada beberapa bagian tubuhnya.

"Saya sedang mencari rumput, dengar orang teriak-teriak ada babi. Saya tidak tahu, tiba-tiba babi menabrak saya sampai terpental sekitar tiga meter. Babi terus berusaha menyerang saya," kata Maksum, saat ditemui di rumahnya, Selasa.

Setelah menyerang Maksum, babi hutan yang berukuran seperti kambing tersebut lari menuju arah timur.

Di lokasi yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, babi hutan kembali menyerang dua orang, yaitu Warsinah dan Rahmat Suwaryo.

"Saya menghindari serangan babi dengan manjat pohon, saya teriak-teriak minta tolong, setelah itu babi pergi ke arah timur. Rahmat Suwaryo yang mendengar teriakan saya, mengejar babi ke arah timur," ujar Maksum.

Di lokasi kedua, babi hutan menyerang Warsinah yang sedang mencari daun cengkeh.

Melihat hal itu, Rahmat Suwaryo berusaha menolong korban, namun dia akhirnya ikut diserang. Tak berhenti di situ, setelah menyerang, babi hutan lari ke arah timur.

Di desa sebelah, babi hutan kembali menyerang Karsikin yang sedang berjalan menuju ladang untuk mencari rumput.

"Tadi mau nyari rumput, di jalan tiba-tiba diserang babi hutan. Suami saya kemudian lari menuju warung meminta tolong. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit karena luka pada bagian tangan," kata Raitem (65), istri dari Karsikin.

1 Menit Duel dengan Babi Hutan

Rahmat Suwaryo (52) korban penyerangan babi hutan di lereng selatan Gunung Slamet, masih terbaring lemas di Ruang Arrahman Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (3/7/2019).

Tubuh gempalnya tak berdaya menghadapi keganasan babi hutan yang disebutnya berukuran lebih besar dari seekor kambing.

Beberapa bagian tubuhnya terkoyak akibat serangan dan gigitan babi hutan tersebut.

Rahmat menceritakan, awalnya dia mendengar teriakan seseorang meminta tolong dari arah kebun.

Ia yang baru pulang berladang, akhirnya bergegas menuju sumber suara tersebut.

Sesampainya di kebun, Rahmat melihat tetangganya yang sudah lanjut usia, Warsinah, sedang diserang seekor babi hutan.

Spontan ia mendekat untuk menolong Warsinah yang akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit, Selasa malam.

"Begitu saya datang, babi hutan langsung nyerang saya, saya sempat melawan, saya bacok tiga kali pakai parang panjang, tapi tidak mempan"

"Mungkin karena (babi) sudah tua, hanya luka saja. Sempat saya tusuk juga tidak tembus, tenaganya besar sekali," tutur Rahmat dengan suara lirih.

Setelah itu, Rahmat tak berdaya menghadapi babi hutan yang terus menyerangnya.

Taring babi menusuk dan mengoyak beberapa bagian tubuhnya.

Bahkan, tangan kirinya sempat digigit oleh babi hutan tersebut.

"Setelah itu saya nggak berdaya. Babi hutan akhirnya pergi setelah banyak warga yang datang menolong. Babi kemudian kabur setelah ditembak tiga kali"

"Babinya ganas sekali, batang kayu runcing yang digunakan warga untuk menyerang juga dimakan sampai remuk," kata Rahmat.

Rahmat mengaku berduel dengan babi hutan tersebut tak lebih dari satu menit.

"Saya nggak sampai 1 menit, kalau ibu-ibu itu diserang lebih dari 1 menit mungkin"

"Kalau saya tidak datang waktu itu, enggak tahu bagaimana kondisinya, diinjak, dibanting, taringnya panjang sekitar 9 sentimeter mungkin," ujar Rahmat.

Kepala Seksi Mutu dan Pelayanan RSI Purwokerto Rini Indrian mengatakan, saat dibawa ke rumah sakit, kedua korban dalam kondisi lemas.

Kedua korban telah kehilangan banyak darah akibat luka pada beberapa bagian tubuhnya.

"Waktu datang ke rumah sakit sudah lemas, karena kehilangan banyak darah, termasuk almarhum (Warsinah). Keduanya datang bersamaan ke rumah sakit," kata Rini.

Sementara itu, Kepala Ruang Arrahman RSI Purwokerto Aditya Budi Susana mengatakan, kondisi Rahmat saat ini sudah membaik dibanding hari sebelumnya.

Selasa malam, Rahmat telah menjalani operasi.

"Kondisi sudah jauh lebih baik, bisa dikatakan sudah sadar penuh, tapi efek trauma masih ada," ujar dia."

.Aditya mengatakan, Rahmat mengalami luka parah pada bagian pahan kanan.

Selain itu, Rahmat juga mengalami luka pada bagian pinggang, perut dan jari tangan sebelah kiri.

Editor: Panji Baskhara
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved