Berita Jakarta

Inilah Empat Megaproyek di Jakarta yang Babat Habis Pepohonan

Bila Dinas Kehutanan DKI telah menetapkan lokasi barunya, masing-masing pelaksana proyek akan menanam ulang pohon itu

Inilah Empat Megaproyek di Jakarta yang Babat Habis Pepohonan
Warta Kota
Suasana proyek flyover Cakung di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur pada Minggu (1/12/2019). Pembangunan itu mengorbankan pohon berbagai jenis untuk pembangunan flyover. 

Empat mega proyek di DKI Jakarta kembali mengorbankan pepohonan. Tiga dari empat proyek itu adalah jalan layang (flyover), sedangkan satunya lagi proyek pembangunan jalan bawah tanah (underpass).

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan tiga proyek flyover itu berada di Cakung, Jakarta Timur serta Tanjung Barat dan Lenteng Agung - IISP di Jakarta Selatan.

Sementara untuk underpass berada di wilayah Senen, Jakarta Pusat.

“Nanti pohon yang terkena pemangkasan bakal kami relokasi atau diganti dengan yang baru,” ujar Hari saat dihubungi pada Minggu (1/12/2019).

Virus HIV/AIDS di Kota Bekasi Mulai Menular ke Usia Remaja

Hari mengatakan, lembaganya telah berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan DKI untuk mendapat rekomendasi dalam menentukan lokasi penggantian pohon itu.

Bila Dinas Kehutanan DKI telah menetapkan lokasi barunya, masing-masing pelaksana proyek akan menanam ulang pohon itu setelah proyek selesai dikerjakan.

“Untuk jumlahnya (yang ditebang) itu ada hitungannya, tapi ada juga yang tetap dipertahankan. Intinya yang terkena konstruksi harus direlokasi,” kata Hari.

Mas Menteri Nadiem Beri Penghargaan ke Wali Kota Tangerang

Menurut dia, pelaksana proyek akan mengukur ketahanan pohon itu sebelum ditebang.

Bila batang dan dahannya masih kuat, pohon akan dipertahankan dengan merelokasinya ke tempat lain di sekitar lokasi.

“Diukur juga pohonnya jadi kalau keropos yah diganti dengan yang baru,” ucapnya.

Polemik soal penebangan pohon akibat penataan infrastruktur sebelumnya terjadi di Jalan Cikini Raya, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat beberapa bulan lalu.

Saat itu ada delapan pohon besar jenis angsana yang ditebang akibat pembangunan trotoar.

Penebangan pohon itu disayangkan masyarakat dan DPRD DKI Jakarta.

VIDEO: Mandiri Nusa Dua Internasional Run 2019, Berlari di Jalan Tol Tengah Laut Bali Mandara

Mereka menilai harusnya pembangunan trotoar menyesuaikan tanaman yang sudah ada, namun fakta di lapangan justru sebaliknya.

Selain menjadi lebih gersang saat siang hari, pohon tersebut juga peninggalan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin di era 1966-1977 lalu. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved