Rabu, 15 April 2026

Anggota Komunitas Rokok Elektrik di Tangsel Rontgen Bareng Sikapi Wacana Pelarangan Vape

hasil rontgen para vapers ini akan ditampilkan pada saat acara besar vape di bilangan Manggarai dan akan mengundang dokter

Penulis: Dedy | Editor: Dedy
TribunJakarta/Ega Alfreda
Ratusan pengguna vape di Tangsel melakukan rontgen bersama di Graha Bintaro Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (30/11/2019). 

Komunitas vape di Tangerang Selatan menyikapi wacana pelarangan penggunaan vape (rokok elektrik) di Indonesia yang menyatakan berbahaya bagi kesehatan.

Para pengguna vape yang tergabung dalam komunitas ini tidak setuju jika pemerintah melarang mereka untuk menggunakan rokok elektrik tersebut.

Untuk membuktikan penggunaan vape tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh, puluhan anggota komunitas vape di Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan rontgen badan di Graha Bintaro Raya, Pondok Aren, Sabtu (30/11) seperti dilansir TribunJakarta.com.

Kegiatan yang bertajuk ‘Vapers Tangerang Bergerak Rontgen Bersama’ ini bekerja sama dengan salah satu klinik yang ada di Rawa Mangun.

Ketua Pelaksana, Yudichank mengatakan, kegiatan ini untuk menanggapi pernyataan yang menyebutkan bahwa vape tidak baik untuk kesehatan dan akan dilarang di Indonesia.

“Sebagai vapers baik itu personal komunitas punya awareness kesehatan, bagaimana kita bisa ngecek itu semua. Dengan adanya rontgen ini harapannya saya cuma satu, saya mau kasih data pengguna vape bahwa pernyataan yang berhembus tidak sebaik diberitakan, kita ngecek langsung data kebenarannya,” kata Yudichank dari komunitas vape Therion DNA Indonesia, seperti dilansir TribunJakarta.com.

Nantinya, hasil rontgen para vapers ini akan ditampilkan pada saat acara besar vape di bilangan Manggarai dan akan mengundang dokter untuk mengetahui hasil rontgen para pengguna vape.

“Akan kita pamerkan di tanggal 21 daerah Manggarai, akumulasi dari semua kegiatan rontgen dijadikan satu. Disana akan ada banyak orang termasuk dokter, foto-foto rontgen akan dishare dan kita bisa bertanya langsung kepada dokter hasilnya apa biar diidentifikasi langsung,” paparnya.

Sekertaris Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Banten, Andi Noval mengapresiasi kegiatan rontgen bersama para vapers di Tangerang.

“Setelah adanya itu, atas dasar masing-masing komunitas vape mengecek bener enggak sih apa yang dikatakan BPOM. Kita tagih dasar penelitian yang menyebutkan vape berbahaya, ternyata enggak ada. Kalau memang dikatakan berbahaya, harus disertakan hasil penelitian,” ungkap Andi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved