Tujuh Staf Khusus Presiden Milenial Rancang Kartu Pra Kerja, Anggaran Rp 10 Triliun Disiapkan

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) memberikan tugas kepada tujuh staf khususnya dari kalangan milenial, untuk mendesain kartu pra kerja.

Tujuh Staf Khusus Presiden Milenial Rancang Kartu Pra Kerja, Anggaran Rp 10 Triliun Disiapkan
Tribunnews/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris
Presiden Joko Widodo mengenalkan tujuh orang sebagai Staf Khusus Presiden untuk membantunya dalam pemerintahan, pada sebuah acara perkenalan yang berlangsung dengan santai di beranda Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019) sore. 

Menurutnya, pemegang Kartu Pra Kerja nantinya dapat memilih langsung bidang pelatihan atau kursus yang diminati, melalui platform digital dari pemerintah.

 Mahfud MD: Kalau Ada Bukti Indonesia Mencekal Rizieq Shihab, akan Saya Selesaikan!

"Jadi mereka bisa memilih pelatihan yang diminati, misalnya barista kopi, animasi, desain grafis, Bahasa Inggris, komputer, teknisi programming, coding," beber Jokowi.

Jokowi berharap, program ini dapat dikerjakan secara masif, bekerja sama dengan jasa perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"BUMN sudah memiliki tempat-tempat pelatihan yang sangat representatif, beberapa saya sudah melihatnya," papar Jokowi.

 Rizieq Shihab Mengaku Dicekal 1,5 Tahun, Padahal Kata Mahfud MD Masa Berlakunya Maksimal Enam Bulan

Program Kartu Pra Kerja merupakan satu dari tiga kartu yang dijanjikan Jokowi saat kampanye Pilpres 2019. Dua kartu lainnya adalah Kartu Indonesia Pintar Kuliah, dan Kartu Sembako Murah.

Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, Moeldoko,Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin menegaskan, kartu Pra Kerja hanya bersifat sementara.

Artinya, tidak dapat selamanya dipegang oleh penerima seumur hidup.

 Hari Ini Bertemu Duta Besar Arab Saudi, Prabowo Berharap Bicarakan Kasus Rizieq Shihab

"Kalau penjelasan dari Pak Jokowi sambil menunggu ada pekerjaan, karena bagi yang lagi bimbang jadi penyanggah awal, bukan seterusnya," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/3/2019).

Menurutnya, pemegang Kartu Pra Kerja akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan keahliannya, agar dapat diterima di sebuah perusahaan, dan ketika sudah bekerja, maka kartunya dicabut.

"Kalau dua bulan sudah mendapatkan pekerjaan, ya dicabut dong," jelas Moeldoko.

 Jadwal Misa Rabu Abu 6 Maret 2019 di Jakarta dan Sekitarnya

Mantan Panglima TNI itu menerangkan, anggaran untuk kartu Pra Kerja akan diambil dari pos pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), dan akan disiapkan secara baik ke depannya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved