Pendidikan Politik Partai Golkar 2019: Toleransi Harus Mewujud Nyata

Pendidikan Politik Partai Golkar 2019: Toleransi Harus Mewujud Nyata. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Pendidikan Politik Partai Golkar 2019: Toleransi Harus Mewujud Nyata
ISTIMEWA
Pendidikan politik partai Golkar. 

PARTAI Golkar berupaya meningkatkan kualitas para kader lewat Pendidikan Politik Partai Golkar 2019.

Peningkatan kualitas masyarakat dan kader partai diharapkan menjadi tonggak bagi kemajuan bangsa.

Salah satu tema yang diangkat dalam pendidikan politik adalah mengenai pentingnya toleransi.

Alasan Adhisty Zara Hengkang dari JKT48, Ini Karier Baru yang Bakal Ditekuninya

“Tema ini kami usung setelah melihat berbagai fakta sosial yang membuat bangsa bisa tercerai berai. Kami ingin menjaga bangsa dengan terus mengupayakan terejawantahkannya nilai-nilai Pancasila,” tutur Syamsul Bachri, Ketua Pelaksana Pendidikan Politik Partai Golkar 2019 yang dilaksanakan pada 28 dan 30 November di Hotel Merlynn Park, Jakarta.

Yudi Latif yang dihadirkan pada gelombang kedua mengatakan untuk merawat bangunan keIndonesiaan ditengah kecenderungan menguatnya politik identitas akhir-akhir ini, yang paling penting adalah perlunya sikap toleran yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Perhatikan 3 Hal Jika Ingin Bisnis Berkembang

“Karena itu, perlu keteladanan tokoh masyarakat dan agama dengan menumbuhkan sikap yang saling menghargai dan menghormati antar umat beragama,” tuturnya.

Sebagaimana dikisahkan Yudi Latif, salah satu contoh toleransi yang menarik adalah sebagaimana dipraktikkan umat Hindu dan Islam di Bali pada saat perayaan Hari Raya Nyepi yang kebetulan jatuh pada Hari Ju'mat.

“Kedua tokoh agama, baik dari Hindu dan Islam saling memberikan toleransi dan penghormatan karena pada hari itu keduanya sama-sama melaksanakan peribadatan,” katanya.

Jadwal SEA Games 2019 Padat, Indra Sjafri Belum Putuskan Lakukan Rotasi di Timnas U-23 Indonesia

Lanjut Yudu, pada saat Hari Raya Nyepi, lazimnya suasana tampak hening karena semua aktivitas masyarakat biasanya ditiadakan untuk menghormati umat Hindu.

Namun demikian, umat muslim tetap dipersilahkan melaksanakan ibadah solat Jum'at.

Sebaliknya, untuk menghormati Hari Raya Nyepi, umat muslim dalam melaksanakan ibadah solat Jum'at tidak menggunakan pengeras suara.

Sementara terkait dengan peran partai politik, terutama dalam upaya memantapkan Pancasila sebagai ideologi negara, lanjut Yudi Latif, Partai Golkar memiliki historitas yang kuat dengan Pancasila.

Program Spesial Penghujung Tahun ANTV, Mulai Film Animasi Angry Birds hingga Reality Show Terungkap

Hal itu nampak jelas ketika kita mencermati tujuan didirikannya Golkar, salah satunya yakni mempertahankan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.

“Saya meyakini, bahwa Golkar adalah partai politik yang konsisten dan teruji komitmennya manakala menyangkut urusan kebangsaan, terutama dalam hal mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pemantapan Pancasila,” tegasnya.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved