Kemacetan

Penerapan ERP yang Mengusung Konsep Congestion Pricing Diterapkan Semakin Macet akan Semakin Mahal

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berencana akan menerapkan jalan berbayar atau ERP (Electronic Road Pricing).

Penerapan ERP yang Mengusung Konsep Congestion Pricing Diterapkan Semakin Macet akan Semakin Mahal
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Ilustrasi. Rencana ERP di Jalan Margonda. 

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berencana akan menerapkan jalan berbayar atau ERP (Electronic Road Pricing) sejumlah ruas jalan di Tahun 2020 mendatang.

Dalam rencana itu Kepala BPTJ, Bambang Prihartono menyampaikan, dia akan mengusung e-tilang, di mana besaran pembayarannya berkonsep pada congestion pricing (biaya kemacetan).

"Jadi, bukan bicara bayar berbayar, ini konsepnya congestion pricing," kata Bambang, Jumat (29/11/2019).

Nantinya, siapa pun yang menyebabkan kemacetan pada ruas jalan yang telah diterapkan ERP, maka akan dikenai charge karena mengganggu orang lain berkendara.

Pembayaran penilangan ERP ini nantinya sifatnya progresif.

Sehingga, ketika di kawasan jalan berbayar itu terjadi kemacetan, maka biaya yang dikeluarkan pengendara akan semakin mahal.

Tapi, jika ruas jalan yang telah diterapkan ERP itu lancar, tentunya biaya tilang yang dikenakan kepada pelanggar akan lebih murah dibandingkan dalam keadaan macet.

"Makin macet, makin mahal kalau tidak macet ya murah. Nah disitu dia memainkan perannya supaya kebijakannya itu (ERP) efektif, jadi ongkos transportasi pribadi jadi mahal karena kemacetan itu," ujarnya.

Dua Kelompok Pembobol Rekening Nasabah dengan Modus Mengganjal ATM Dicokok Petugas Polda Metro Jaya

Dikatakan Bambang, fasilitas dari tilang elektronik yang saat ini telah diterapkan akan membantu pihak BPTJ meneruskan kebijakan ERP. Sehingga data yang ada di EE-TLE bisa digunakan saat penerapan ERP.

"Saat ini, kan kita sudah menerapkan elektronik tilang. Data kita udah bagus jadi waktu penerapan ERP tisak masalah, jadi udah tau nih mobil siapa aja nanti ditagih pas perpanjangan STNK. Eh tau-taunya pembayarannya mahal," katanya.

Satlantas Polresta Depok Nilai ERP di Jalan Margonda Tidak Tepat dan Sebelum Ini Ramai Ditolak Warga

Halaman
123
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved