Izin FPI, Budiman Sudjatmiko: Kok Bisa Ya Dikasih, Rocky Gerung: Ngapain Takuti Sesuatu Debatable

Menentang keras soal Front Pembela Islam (FPI), Budiman Sudjatmiko justru heran ketika Rocky Gerung sebut FPI bisa diajak berdebat.

Izin FPI, Budiman Sudjatmiko: Kok Bisa Ya Dikasih, Rocky Gerung: Ngapain Takuti Sesuatu Debatable
Youtube Kompas TV
Rocky Gerung dan Budiman Sudjatmiko berdebat soal ormas FPI 

Namun menurut Mahfud MD, masih ada hal yang perlu didalami oleh Kementerian Agama terkait perpanjangan izin FPI.

"Sampai saat ini, kami masih mempertimbangkan dan memproses lebih lanjut tentang syarat-syarat penerbitan surat keterangan terdaftar (SKT) itu," kata Mahfud MD, usai rapat koordinasi terbatas di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).

FPI Nyatakan Setia pada Pancasila tapi di Anggaran Dasarnya Ternyata Masih Sebut Khilafah

Mengetahui soal izin FPI yang konon akan diberikan kembali, Budiman Sudjatmiko pun memberikan tanggapannya.

Politisi PDIP itu mengaku tak bisa membayangkan jika negara ini memberikan izin kepada ormas yang punya konstitusi untuk membunuh negara tersebut.

Hal itu seolah merujuk pada ormas FPI.

Mendengar ucapan Budiman Sudjatmiko tersebut, Rocky Gerung pun terkejut.

"Bagaimana sebuah negara mengizinkan sebuah ormas yang dalam konstitusinya ingin membunuh negara itu," kata Budiman Sudjatmiko dikutip TribunnewsBogor.com.

"Wah," imbuh Rocky Gerung.

"Iya dong, Anda tidak bisa mendirikan khilafah di atas NKRI yang hidup," ujar Budiman Sudjatmiko.

Sejumlah massa dari Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/1/2017). Aksi tersebut digelar untuk mendesak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mencopot Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan yang diduga melindungi premanisme dan melakukan kriminalisasi kepada ulama saat terjadi kericuhan di Pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/1/2017). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah massa dari Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/1/2017). Aksi tersebut digelar untuk mendesak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mencopot Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan yang diduga melindungi premanisme dan melakukan kriminalisasi kepada ulama saat terjadi kericuhan di Pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/1/2017). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Berbeda dengan Budiman Sudjatmiko, peneliti serta pengamat politik Rocky Gerung justru memberikan tanggapan lain.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved