Breaking News:

270 Orang Jadi Korban Empat Penipu Bermodus Jual Perumahan Syariah, Rp 23 Miliar Melayang

APARAT Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk empat penipu berkedok penjualan perumahan syariah pada 7 dan 8 November 2019.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Konferensi pers Kapolda Metro Jaya soal kasus penipuan berkedok penjualan perumahan syariah, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/11/2019). 

Untuk lebih meyakinkan korban, katanya, para tersangka mengatakan dengan perumahan syariah, maka pembelian bisa dicicil tanpa dikenakan bunga bank atau lazim dikenal dengan riba.

"Hal itu sebagai upaya menunjukkan bahwa bisnis rumah mereka terbukti berstatus rumah syariah."

Stok BBM Cuma Cukup untuk 12 Hari Padahal Idealnya 90 Hari, Pertamina Sebut Indonesia Darurat Energi

"Pencicilan juga disetor ke rekening tersangka yang dibuka di bank syariah. Padahal semuanya fiktif," beber Gatot.

"Kemudian mereka juga pastikan tidak ada checking bank untuk pengajuan kredit, inilah yang bikin menarik."

"Sehingga, masyarakat datang ke sana dan tertarik untuk mengambil perumahan-perumahan tersebut."

Saut Situmorang Bakal Jadi Intelijen Lagi Setelah Tuntaskan Tugas di KPK

"Tapi faktanya sampai dengan sekarang rumah tersebut tidak ada yang dibangun."

"Bahkan mereka lari, dan belakangan diketahui mereka tidak mengantongi izin pembangunan," jelas Gatot.

Menurut Gatot, perumahan syariah fiktif yang mereka tawarkan adalah Perumahan Alexandria di Kabupaten Bogor, dan Perumahan The New Alexandria di Bojonggede, Bogor.

FPI Bilang Cuma Bakal Tak Dapat Dana dari Pemerintah Jika SKT Tak Terbit, Organisasinya Tetap Eksis

Lalu, Perumahan Cordova di Cikarang, Perumahan Hagia Sophia di Bandung Timur, serta Perumahan Pesona Darussalam di Lampung.

"Dari sedikitnya 270 korban, sebanyak 41 diantaranya melaporkan ke kami."

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved