Kesehatan

Penyebab Hubungan Seksual dengan Pasangan Terasa Nyeri

Bila perempuan mengalami vaginismus, hubungan seksual yang seharusnya membahagiakan dan membuat nyaman, malah menyakitkan.

Freepik
Ilustrasi pasangan 

Tidak semua perempuan menikmati hubungan seksual walaupun dengan orang yang dicintainya.

Salah satunya karena ada masalah dengan kontraksi otot di sekitar vagina yang berlebihan, atau dalam istilah kedokteran disebut vaginismus.

Perempuan yang mengalami vaginismus, mengakibatkan hubungan suami istri  seharusnya membahagiakan dan membuat nyaman, tapi malah menyakitkan.

Rasa nyeri itu tentu sangat mengganggu dalam hubungan seksual dengan pasangan.

Dr Ni Komang Yeni SpOG, spesialis Obgin pada Bamed Women’s Clinic mengatakan, vaginismus dikategorikan sebagai kontraksi otot yang tidak disadari dan tidak dapat dikendalikan.

Vaginismus terjadi secara terus menerus atau berulang di sepertiga daerah bagian luar vagina yaitu daerah perineum sampai otot levator ani, dan otot pubococcygeus.

Syamsir Alam dan Bunga Jelitha Sosialisasi Manfaat Persiapkan Kesehatan Sebelum Menikah

Cara Mencegah Kanker Serviks, Ini Harga Suntikan Vaksin HPV

Kontraksi otot yang berlebihan menyebabkan nyeri, sulit atau bahkan tidak dapat melakukan penetrasi saat berhubungan seksual.

“Dalam kondisi ini, penetrasi akan terasa seperti ‘menabrak dinding’ dan akan menimbulkan rasa nyeri pada kedua pasangan," kata Komang Yeni saat Seminar Media dengan tema Vaginismus dan Disfungsi Seksual Perempuan di Hongkong Cafe, Rabu (27/11/2019).

Dia mengatakan, pemeriksan dokter juga biasanya mengalami kesulitan.

Pasalnya ketika dilakukan penetrasi dengan satu jari, bahkan akan sulit untuk memasukkan tampon atau vibrator ke vagina.

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved