Breaking News:

Mafia Sepak Bola

Dituduh Terlibat Pengaturan Pertandingan, Persikasi Bekasi Termotivasi Tunjukkan Kualitas Tim

PELATIH Persikasi Bekasi Rici Vauzi turut buka suara menanggapi tuduhan match fixing yang melibatkan timnya di Liga 3 Jawa Barat 2019.

Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Yaspen Martinus
wikipedia
Logo Liga 3 

"Kita menang lawan Perses karena memang permainan kita jauh lebih baik daripada Perses," tegasnya.

Adanya tuduhan kasus tersebut menjadi cambuk besar bagi seluruh pemain dan pelatih Persikasi Bekasi.

 Psikolog Bantu Performa Timnas Sepak Bola Putri Indonesia di SEA Games 2019

Rici menegaskan, tuduhan suap yang dilakukan timnya dinilai salah sasaran dan tidak tepat.

Sebab, seluruh pemain skuat Laskar Bendo Item sudah berjuang semaksimal mungkin di lapangan.

"Hal ini yang perlu diluruskan, karena pemain sudah berjuang maksimal di setiap pertandingan yang kita jalani," papar Rici.

 Pihak Istana Anggap Fadli Zon Hiburan dari Senayan, Dikangeni Kalau Tidak Nyinyir

Rici enggan berbicara lebih dalam mengenai beberapa pengurus dari Persikasi Bekasi yang ditangkap oleh Satgas Anti Mafia Bola.

Menurut Rici, saat ini fokusnya hanya sebagai pelatih dan memimpin pemain saat bertanding di lapangan.

"Kedua, terkait kasus ini (match fixing) saya tidak mau berkomentar terlalu jauh, karena sudah di luar jangkauan saya sebagai pelatih."

 DAFTAR Juara Sepak Bola Putra SEA Games: Indonesia Terakhir Kali Juara Saat Filipina Jadi Tuan Rumah

"Saya dan para pemain hanya fokus di latihan dan pertandingan," tutur Rici Vauzi.

Sebelumnya, Satgas Anti Mafia Bola menangkap enam orang yang diduga terlibat match fixing di pertandingan Liga 3 Jawa Barat, antara Perses Sumedang menghadapi Persikasi Bekasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved