Kesehatan

Cara Mencegah Kanker Serviks, Ini Harga Suntikan Vaksin HPV

Dr Venita Eng Msc dari Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta menjelaskan, vaksin HPV dapat menurunkan dua per tiga resiko kanker serviks.

Warta Kota/Apfia Tioconny Billy
Dr Venita Eng Msc dari Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta saat memberikan suntikan vaksin HPV kepada pemain sepakbola Syamsir Alam saat acara #SehatSebelumMenikah di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019). 

Vaksinasi Human Papillona Virus (HPV) adalah tindakan pencegahan kanker serviks dan penyakit lainya terkait virus.

Dr Venita Eng Msc dari Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta menjelaskan, vaksin HPV dapat menurunkan dua per tiga resiko kanker serviks.

“Vaksinasi HPV akan meng-cover HPV tipe 16 dan 18, itu tipe HPV yang menyebabkan sekitar 70 persen dari seluruh kejadian kanker serviks," kata Venita saat acara #SehatSebelumMenikah di  Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019).

"Jadi hanya tersisa 30 persen yang belum ter-cover vaksin,” katanya lagi.

Syamsir Alam dan Bunga Jelitha Sosialisasi Manfaat Persiapkan Kesehatan Sebelum Menikah

Mencegah Penyakit Hepatitis A dari Ibu Hamil ke Janin, Puskemas Cileungsi Beri Vaksin Gratis

Vaksinasi HPV tidak hanya berlaku bagi perempuan, tapi juga disarankan untuk pria.

Virus HPV pada pria bisa memancing kanker seperti kanker penis atau kondiloma atau kutil kelamin.

Untuk biaya vaksinasi HPV sekitar Rp 2 juta untuk suntikan vaksin HPV sebanyak tiga kali.

Jarak antara suntikan pertama dan suntikan kedua selama dua bulan.  Enam bulan berikutnya baru dilakukan suntikan tahap ketiga.

Air Kencing Keruh Seperti Air Teh, Waspada Anda Sudah Tertular Penyakit Hepatitis A

Cara Penularan Penyakit Hepatitis A dan Pencegahan Dini yang Bisa Anda Lakukan Setiap Saat

“Jadi dengan Rp 2 juta untuk tiga kali suntik, untuk hasil yang maksimal vaksin dilakukan pada umur 9-13 tahun,” tutur dr Venita.

Menurut Venita,  hanya mengeluarkan Rp 2 juta itu mampu mencegah penyakit kanker serviks yang jika terkena kanker serviks bisa menelan biaya hingga ratusan juta rupiah.

“Yang bikin orang jatuh miskin adalah kanker, bahkan ada penelitiannya kalau orang-orang terutama golongan menengah yang kena kanker,” ucap dr Venita.

Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved