Kasus Pencabulan

Begini Keseharian Tukang Cilor yang Jadi Pelaku Pencabulan Anak Balita

Begini Keseharian Tukang Cilor yang Jadi Pelaku Pencabulan Anak Balita. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Tribun Jateng
ilustrasi pencabulan 

PARA pedagang depan SD di kawasan Kapuk, Cengkareng mengaku tidak mengenal pedagang cilor yang menjadi pelaku pencabulan di depan sekolah YS (34).

Pedagang tersebut tidak pernah menjajakan dagangannya di depan kawasan SD tersebut.

"Kita gak ada yang tahu, orangnya diem-diem saja, kesini juga gak jualan, cuman taruh gerobak terus masuk ke dalam ruangan belakang," kata pedagang setempat Atik (40) Rabu (27/11/2019).

Ahn Jae Hyun Minta Maaf Perceraiannya Ganggu Publik dan Tim Produksi Drama Love With Flaws

Atik mengatakan tidak ada yang mengenal pedagang cilor tersebut. Pedagang tersebut kata Atik tidak pernah bersosialisasi dengan para pedagang lain.

Kata Atik, para pedagang di kawasan tersebut memang tidak diharuskan mendaftar. Siapa saja kata Atik dapat berjualan di kawasan tersebut.

Pantauan Wartakotalive.com ada pedagang cilor lain yang berjualan di kawasan tersebut. Pedagang tersebut diketahui merupakan pedagang yang sudah lama di kawasan tersebut.

"Sebelumnya sudah ada tukang cilor disini, kalau pelaku gak tau biasa mangkal dimana, suka kesini cuma istirahat saja," kata Atik.

Ia mengaku kecewa dengan peristiwa tersebut. Pasalnya kata Atik, selama ini para pedagang di wilayah tersebut tidak pernah melakukan perbuatan mencoreng nama baik sekolah.

Nick Jonas dan Priyanka Chopra Sambut Anggota Keluarga Baru

"Saya jadi kesel sendiri, takutnya pedagang lainnya yang kena jeleknya," kata Atik.

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya Polsek Cengkareng mengamankan pedagang cilor di sebuah Sekolah Dasar (SD) kawasan kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Pedagang berinisial YS (34) itu diduga kuat telah mencabuli 3 anak di depan sebuah SD dengan modus sunat-sunatan.

Kapolsek Cengkareng, Kompol Khoiri membenarkan kejadian tersebut.

"Kejadiannya itu siang kemarin. Saat ini yang bersangkutan ada di Polsek dan masih kami periksa intensif," kata Khoiri saat dikonfirmasi, Rabu (27/11/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada tiga siswi yakni AA, CA, dan KA, yang jadi korban pencabulan oleh Yadi yang sehari-hari memang berjualan cilor di depan SD korban.

Kata Khoiri pelaku yang melihat ketiga korban sedang bermain di area sekolah berusaha mendekati dan mengajaknya bercanda.

Link Live Streaming dan Prediksi Pemain Liverpool vs Napoli, Misi Balas Dendam Tuan Rumah

Pelaku menggunakan modus 'sunat-sunatan' agar dapat membawa korban ke dalam gudang dan meraba alat kemaluan korban satu persatu.

Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku pun menyuruh korban pergi.

Khoiri mengatakan, aksi pelaku terungkap setelah korban melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada orangtuanya masing-masing.

"Merasa tidak terima dengan perlakuan pelaku, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cengkareng dan kami langsung mengamankan pelaku," kata Khoiri.

Saat ini kata Khoiri, polisi sudah mengarahkan orang tua korban untuk membuat Laporan Polisi dan mengantarkan para korban ke RS Tarakan untuk visum.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved