Minggu, 26 April 2026

Bank DKI Dukung Destinasi Wisata Halal

BADAN Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank DKI siap mendukung Pemprov DKI dalam mendorong Jakarta sebagai destinasi wisata halal.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Dok. Bank DKI
Petugas Bank DKI Syariah sedang melayani nasabah di Kantor Layanan Syariah Bank DKI Matraman, Jakarta Timur, Rabu (27/11/2019). 

BADAN Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank DKI siap mendukung Pemprov DKI dalam mendorong Jakarta sebagai destinasi wisata halal.

Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk layanan keuangan berskim Syariah melalui Unit Usaha Syariah (UUS) Bank DKI.

Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Babay Parid Wazdi, menjelaskan layanan keuangan berskim Syariah mendukung berbagai keperluan perbankan dari pelaku industri pariwisata halal seperti JakQR, JakOne Mobile dan JakCard.

“UUS Bank DKI memiliki berbagai produk mulai dari berbagai dana pihak ketiga ataupun pembiayaan untuk keperluan modal kerja ataupun pengembangan usaha,” ujar Babay berdasarkan keterangan yang diterima pada Rabu (27/11/2019).

VIDEO: Nunung Srimulat dan Suami Divonis 1,5 Tahun Rehabilitasi

Babay mengatakan, langkah yang dilakukan UUS Bank DKI dalam mendukung destinasi halal berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama Republik Indonesia. Kesepakatan yang terjalin ini tentang jaminan produk halal dan pengembangan kelembagaan.

“Kami siap membantu proses sertifikasi halal dan mendukung sistem pembayaran,” katanya.

Sejauh ini UUS Bank DKI telah menyediakan produk dan layanan perbankan dalam berbagai komponen industri halal, termasuk tour dan travel yang menyediakan parawisata halal.

Di sektor keuangan syariah, lembaganya telah menyalurkan kredit dalam bentuk pembiayaan modal kerja linkage kepada berbagai pihak seperti Koperasi Syariah, Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Pegadaian Syariah, Multifinance Syariah, UMKM dan para supplier BUMD DKI Jakarta.

Tribute to Arswendo Atmowiloto: Harta Paling Berharga Untuk Mengenang Sosok Arswendo Atmowiloto

Nantinya dia menyakini bahwa industri halal akan semakin terus berkembang. Mengingat, jumlah muslim yang dominan di Indonesia dan semakin tingginya kesadaran gaya hidup halal pada umat muslim menjadi peluang bisnis menjanjikan.

“Mereka juga lebih memilih produk halal di pangan, keuangan, pariwisata, fashion, pendidikan, pelayanan medis hingga kesenian dan budaya,” katanya. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved