Ahok Dirut BUMN

Pertamina Pastikan Gaji Ahok Rp 3,2 Miliar per Bulan Hoaks

KOMISI V DPR menyinggung gaji seorang Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) yang kini dijabat Ahok, yang disebut-sebut mencapai Rp 3,2 miliar.

Pertamina Pastikan Gaji Ahok Rp 3,2 Miliar per Bulan Hoaks
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menerima SK sebagai Komisaris Utama Pertamina, di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). 

KOMISI V DPR menyinggung gaji seorang Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) yang kini dijabat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang disebut-sebut mencapai Rp 3,2 miliar.

Hal itu disinggung oleh Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae saat rapat kerja bersama Kementerian Perhubungan, yang turut menghadirkan perwakilan dari PT Pertamina.

Ridwan Bae mengatakan, di media sosial tengah ramai membicarakan soal gaji Komisaris Utama PT Pertamina.

BREAKING NEWS: Ahok Terima SK Jadi Komisaris Utama Pertamina

"Gaji komisaris utama Rp 3,2 miliar, gaji Presiden saja cuma Rp 62 juta sama tunjangan," kata Ridwan Bae di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Hal itu ia singgung lantaran harga tiket yang melonjak akibat aviation turbine (Avtur), atau bahan bakar penerbangan yang dirancang untuk digunakan pada pesawat terbang bermesin turbin gas.

"Ini butuh penjelasan terperinci, angka Rp 3,2 miliar dikaitkan harga tiket terkait mahalnya avtur?" Tanya Ridwan Bae.

Humphrey Djemat Ungkap Ada Calon Menteri Jokowi Dipalak Rp 500 Miliar oleh Parpol, Siapa?

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan, gaji dan kompensasi komisaris dan dewan direksi yang mencapai Rp 3,2 miliar per bulan tidak benar alias hoaks.

"Gaji Rp 3,2 M, angka itu tidak bisa dipertanggungjawabkan, itu hoaks, jangan dipercaya," jelas Basuki.

Basuki mengaku tidak tahu dari mana perhitungan hingga menghasilkan angka Rp 3,2 miliar per bulan tersebut.

Ucapan Sukmawati Dinilai Bukan Penistaan Agama, tapi Bagian dari Kebebasan Menyampaikan Pendapat

"Kita juga tidak tahu dari mana angka bisa sebesar itu. Mudah-mudahan masyarakat bisa memahami," tuturnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved