Berita Tangerang

Perbaikan Jembatan di Bambu Apus Bikin Usaha Warga Rugi, Dinas PU Tangsel Sebut Dampak Pembangunan

Perbaikan jembatan yang juga menjadi akses jalan warga di Jalan Depag, Bambu Apus, Pamulang, membuat warga yang membuka usaha di sekitarnya merugi

Perbaikan Jembatan di Bambu Apus Bikin Usaha Warga Rugi, Dinas PU Tangsel Sebut Dampak Pembangunan
Wartakotalive.com/Zaki Ari Setiawan
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Aries Kurniawan, di Gedung DPRD Tangerang Selatan, Selasa (26/11/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Zaki Ari Setiawan

TANGERANG, WARTAKOTALIVE.COM - Perbaikan jembatan yang juga menjadi akses jalan warga di Jalan Depag, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, membuat warga yang membuka usaha di sekitarnya merugi.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tangerang Selatan, Aries Kurniawan, mengatakan, hal itu merupakan dampak dari pembangunan yang sedang dijalankan.

"Namanya pembangunan kan, nggak ada kompensasi apapun," kata Aries di Gedung DPRD Tangerang Selatan, Selasa (26/11/2019).

Aries menerangkan, saat ini proses perbaikan jembatan yang menutup seluruh akses jalan warga itu tengah memasuki tahap pemasangan abutment yang ditargetkan selesai seluruhnya pada 15 Desember mendatang.

"Itu kan sudah pasang abutment, kalau itu tinggal pasang void slab-nya selama kurang lebih 14 hari nanti dipasang 5 desember selesai itu," bebernya.

Penutupan akses jalan itu yang sudah berjalan sejak September 2019 lalu membuat warga yang membuka usaha di sekitarnya mengalami kerugian akibat tidak adanya warga yang melintas.

Sebelumnya diberitakan, pedagang warung nasi, Ariani (50), mengeluh, semenjak perbaikan jembatan itu dilakukan, warungnya menjadi sepi pengunjung.

"Warung saya ya sekarang begini, kalau dulu rame mobil motor pada parkir. Warga juga susah kan aksesnya harus muter kalau bawa kendaraan," ungkap Ariani.

Hal serupa juga dialami Raska (40), pedagang warung nasi yang berada di dekat proyek perbaikan jembatan.

Raska menceritakan, penutupan jalan yang sudah berlangsung lebih dari satu bulan itu membuat usahanya semakin sepi hingga akhir memilih untuk menutup warung nasi.

"Kemarin sebelum ada begini biasanya omzet Rp 2 juta, sekarang itu Rp 300 ribu aja susah," kata Raska yang juga membuka usaha warung kelontong tepat di samping warung nasinya.

Warung nasi milik Raska berada di jalur yang kerap dilewati oleh pengendara motor dan mobil yang hendak memotong jalan ke Kedaung ataupun Pamulang Barat.

"Sekarang jam 9 malam juga sudah sepi, dulu mah sampai pagi juga ramai orang lewat. Ojek-ojek online juga dulu sering mampir," ucapnya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved