Rabu, 13 Mei 2026

Para Pemilik Warungan di Jalan Depag Bambu Apus Berharap Semoga Pembangunan Jembatan Cepat Selesai

Aries juga mengatakan, tidak akan ada kompensasi bagi usaha warga yang lumpuh. Menurutnya, hal itu sudah risiko dari pembangunan.

Tayang:
Penulis: Zaki Ari Setiawan | Editor: Dedy
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Pengerjaan proyek jembatan yang menutup akses Jalan Depag, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (26/11/2019). 

Para pemilik warung sangat berharap proyek pembangunan jembatan di Jalan Depag, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, adalah semoga cepat selesai.

Menurut pemilik warung nasi, Ariani (50), proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tangerang Selatan itu adalah sempat mangkrak selama tiga minggu.

“Minggu ini baru dikerjakan lagi, kemarin sempat tiga minggu enggak ada yang kerjain,” kata Ariani di warungnya kepada Wartakotalive.com, Selasa (26/11/2019).

Ditambahkan Ariani, proyek pengerjaan jembatan ini dilakukan setelah jembatan sempat rusak lantaran dilewati oleh truk pembangunan jalan tol Serpong-Cinere di kawasan Bambu Apus.

Semenjak akses jalan ditutup, warga merasakan dampaknya. Mereka jadi kesulitan melintas dan harus melalui jalan alternatif yang lumayan jauh. Proyek perbaikan jembatan itu juga mematikan usaha warga sekitar.

“Warung saya ya sekarang begini, kalau dulu rame mobil motor pada parkir. Warga juga susah kan aksesnya harus muter kalau bawa kendaraan,” ungkapnya.

“Ya semoga secepatnya selesai biar ada orang lewat dan banyak pembeli lagi,” ujar Alin, pemilik warung Tegal (warteg) dan warung kelontong.

Sejak dikerjakan September 2019 lalu, pengerjaan jembatan di Jalan Depag belum juga rampung.

Pantauan Wartakotalive.com, Selasa (26/11/2019), proses pengerjaan jembatan yang menjadi akses jalan bagi pengendara motor dan mobil dari Kedaung menuju Pamulang Barat dan sebaliknya masih berlangsung.

Pantauan di lokasi, proyek jembatan selebar 5x10 meter sedang dikerjakan oleh tiga orang pekerja.

Di sekitar lokasi, terdapat plang proyek yang menunjukkan anggaran sebesar Rp 1.365.000.000 yang ditargetkan dikerjakan selama 140 hari kalender.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangsel, Aries Kurniawan, menjelaskan, terhentinya proyek selama tiga minggu itu karena menunggu semen yang dalam proses pengeringan.

“Iya nunggu kering, semen itu miniml kan 14 hari,” ujar Aries di gedung DPRD Tangsel, Setu, Selasa (26/11/2019).

Aries juga mengatakan, tidak akan ada kompensasi bagi usaha warga yang lumpuh. Menurutnya, hal itu sudah risiko dari pembangunan.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved