Masuki Musim Pancaroba, Puskesmas Cileungsi Waspadai Kasus DBD

Masuki Musim Pancaroba, Puskesmas Cileungsi Waspadai Kasus DBD. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Masuki Musim Pancaroba, Puskesmas Cileungsi Waspadai Kasus DBD
Warta Kota/Nur Ichsan
Unit alat Lavitrap yang dipasang di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (16/9), untuk mengantisipasi masuknya larva yang berasal dari nyamuk Aedes Aegypti, yang juga membawa virus Zika. 

SEJUMLAH wilayah Indonesia kini tengah memasuki musim pancaroba, yang merupakan pergantian dari musim kemarau ke musim penghujan.

Pemerintah daerah setempat pun mulai berbenah untuk menghindari segala kasus penyakit yang datang saat musim pancaroba, termasuk di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Salah satunya kasus penyakit Demam Berdarah (DBD) yang terus menekan angka kematian dan sangat berbahaya menyerang kehidupan masyarakat Indonesia.

Rahmad Darmawan: PS Tira Persikabo Harus Waspadai Motivasi Tinggi Kalteng Putra

"Penyebab kasus DBD ini karena nyamuk aedes aegypti yang biasanya datang musim pancaroba seperti ini," ujar Humas Puskesmas Cileungsi, Sriwijayanti kepada Wartakota saat dikonfirmasi, Senin (25/11/2019).

Aedes aegypti sendiri merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. 

Selain itu aedes aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning, chikungunya, dan demam Zika yang disebabkan oleh virus Zika.

Hal ini tentu sangat berbahaya bagi penderitanya jika tidak cepat diobati, karena bisa mengakibatkan hingga kematian.

Mnet Umumkan IZ*ONE dan X1 Tidak Tampil di MAMA 2019

"Kalau sampai ada yang meninggal dunia itu kita sebut KLB (Kejadian Luar Biasa) dan pasti akan ada penyeledikan untuk mengetahui penyebab hal itu," jelas dia.

Menurutnya, bagi penderita DBD yang digigit nyamuk aedes aegypti itu harus mengenali sejak dini agar bisa cepat diobati.

Nantinya, efek dari gigitan nyamuk aedes aegypti itu akan membuat penderita mengalami demam tinggi selama tiga hari lalu kembali menurun.

Halaman
12
Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved