Breaking News:

Tawuran Geng Motor

ANTAR GENG Motor Tawuran di Sunter, Satu Orang Alami Luka Bacok Hingga Akhirnya Meninggal Dunia

Herly Suprapto (27) tewas usai tawuran antar geng motor di Jalan Sunter Kangkungan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (24/11/2019) dini hari.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Polres Metro Jakarta Utara mengungkap kasus tawuran antargeng motor yang mengakibatkan satu orang tewas, Selasa (26/11/2019). 

Seorang pemuda, Herly Suprapto (27) tewas usai tawuran antargeng motor di Jalan Sunter Kangkungan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (24/11/2019) dini hari.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, tawuran melibatkan 20 orang dari geng motor, Sunter Kangkungan dan VDM (Vademangan)

Pada saat bentrokan, Herly Suprapto (27), anggota geng motor Sunter Kangkungan, menjadi korban setelah mengalami luka bacok hingga akhirnya meninggal dunia.

"Korban atas nama HP mengalami luka bacok akibat sabetan benda tajam dan di rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia," ucapnya, Selasa (26/11/2019).

 BONGKAR Soal Habib Rizieq Shihab, Dubes Arab Saudi: Ada Negosiasi oleh Otoritas Indonesia-Saudi

 Ini Kesaksian Warga Soal Rumah Mewah di Kemanggisan yang Digerebek Polisi Jadi Markas Penipu Online

 AHOK Jadi Komisaris Utama, Ini Tiga Tantangan Berat Pertamina yang Perlu Dituntaskan

 Arab Saudi dan Indonesia Negosiasi Pemulangan Rizieq Shihab, Mahfud MD Tak Terlibat

Mendapati kejadian tersebut, Polisi lalu bergerak untuk mencari para pelaku. Dan hanya dalam hitungan 15 jam saja, delapan orang yang terlibat tawuran ditangkap.

"Dari 8 orang ini kami sudah memilah, 2 sudah kita tetapkan sebagai tersangka," ungkap Budhi.

Kedua orang yang ditetapkan tersangka masing-masing berinisial FAP (16) dan FF (14). Sementara enam orang yang juga diamankan berinsial AP, N, RHK, BS, G, dan Y.

FAP adalah pelaku pembacokan terhadap korban dan FF berperan membonceng FAP.

 Seorang Pengusaha Travel Merasa Ditipu Pemuka Agama Terkait Dana Haji Senilai Rp 1,4 Miliar

"Terhadap 6 orang lainnya masih kita dalami dan akan segera kita tentukan statusnya," katanya.

FAP dan FF dijerat Pasal 170 ayat 2 dan 3 KUHP juncto Pasal 55, 56 juncto Pasal 358 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian dan terancam hukuman 12 tahun penjara. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved