Penistaan Agama

Ucapan Sukmawati Dinilai Bukan Penistaan Agama, tapi Bagian dari Kebebasan Menyampaikan Pendapat

DIREKTUR Riset SETARA Institute Halili mengatakan, pernyataan Sukmawati Sukarnoputri tidak ada hubungannya dengan penistaan agama.

Ucapan Sukmawati Dinilai Bukan Penistaan Agama, tapi Bagian dari Kebebasan Menyampaikan Pendapat
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sukmawati Soekarnoputri menunjukan buku usai berbicara kepada wartawan di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018). 

DIREKTUR Riset SETARA Institute Halili mengatakan, pernyataan Sukmawati Sukarnoputri tidak ada hubungannya dengan penistaan agama.

"Kami pernah mengeluarkan statement bahwa kasus Sukmawati tidak ada hubungannya dengan penistaan agama," ujar Halili di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta, Sabtu (24/11/2019).

Halili mengaku, secara pribadi dirinya telah melihat video pidato Sukmawati secara utuh, dan tidak menemukan indikasi dugaan penistaan agama.

ICW Khawatirkan Pegawai KPK Mundur Massal, Kenapa?

Kala itu, Sukmawati menjadi pembicara dalam sebuah diskusi bertema 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkap Radikalisme dan Berantas Terorisme', beberapa waktu lalu.

"Artinya dalam konteks ini tempatkan saja statement Sukmawati itu sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat," kata Halili.

Ia berujar, pihak yang tidak setuju dengan statement Sukmawati di video, hendaknya membuat pendekatan yang sama untuk mengemukakan kontra pendapat dengan pendapat Sukmawati.

Penyerangan Terhadap Novel Baswedan Dibilang Rekayasa, Saut Situmorang: Kejam Banget Orang Itu

Baik itu secara diskusi, atau lewat media sosial.

"Maksud saya ketika ada orang yang tidak setuju dengan statement itu, ya gunakan saluran-saluran mengemukakan pendapat yang sama."

"Membuat diskusi-diskusi atau menggunakan media sosial, atau media lain untuk menyampaikan pendapat yang berbeda dengan pandangan Sukma."

Sempat Bilang Hoaks, Menpora Malaysia Akhirnya Minta Maaf Atas Pengeroyokan Suporter Indonesia

"Saya tidak melihat ada ruang untuk mempersoalkan Sukmawati menggunakan pasal penodaan agama," tutur Halili

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved