Ahok Komisaris Pertamina

AHOK Jadi Komisaris Utama, Ini Tiga Tantangan Berat Pertamina yang Perlu Dituntaskan

Ahok yang akan ditunjuk sebagai Komisaris Utama Pertamina dinilai akan menghadapi sekaligus menuntaskan sejumlah tantangan berat.

AHOK Jadi Komisaris Utama, Ini Tiga Tantangan Berat Pertamina yang Perlu Dituntaskan
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/hp
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau disapa Ahok (tengah) saat menghadiri upacara pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. 

Erick Thohir menyampaikan sejumlah nama yang menjadi komisaris maupun direksi BUMN setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di veranda Istana Merdeka.

Nama-nama tersebut adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina. Ahok akan didampingi Wakil Menteri BUMN Budi Gunawan Sadikin sebagai Wakil Komisaris sedangkan Direktur Keuangan adalah Emma Sri Martini.

Selanjutnya ada Pahala N Mansury sebagai Direktur Utama BTN sedangkan Komisaris Utama BTN adalah Chandra Hamzah.

Sebelumnya Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu atau FSPPB menyatakan penolakannya bila Ahok ditunjuk sebagai bos Pertamina. 

Presiden FSPPB Arie Gumilar mengatakan bahwa Ahok adalah tokoh yang kesohor kerap membuat kegaduhan sehingga tidak pantas di PT Pertamina.

"Yang penting sekarang kita kerja di mana,  kita di Kementerian BUMN, kemarin juga kenapa dirampingkan, tapi tidak hanya merampingkan tapi juga cakap, cakap artinya bisa bekerja," tambah Erick.

Erick mengatakan bahwa filosofi Kementerian BUMN adalah harus service oriented dan dengan 142 perusahaan maka BUMN harus dapat bekerja sama.

VIDEO Ular Piton Bertarung Melawan Macan Tutul Jadi Viral, Simak Cara Raja Hutan Habisi Si Piton

"Dengan teman-teman BUMN kita 'menservice', bukan membirokrasikan tapi kita harap teman-teman Direksi BUMN punya akhlak yang baik. Saya sudah beri contoh yang namanya 'memanage' perusahaan sebesar-besar itu kalau tidak punya akhlak yang bagus apalagi ini amanah kita semua, termasuk dari saya, Pak Presiden, rakyat, ini yang harus jadi pertanggungjawaban mereka sebagai pimpinan," jelas Erick.

Ia pun meminta agar direksi BUMN memiliki empati.

"Empati dalam artian perusahaannya tidak baik, gaya hidupnya tetap, kalau mereka perusahaannya untung ya itu hak kita, tidak boleh juga ketika mereka melakukan haknya kita gunjingkan tidak boleh," tambah Erick.

Erick juga berencana untuk membuat rapat bersama 30 pimpinan BUMN.

Dijual Hanya Satu Jam, Dodol Khas Betawi dari Depok Ludes di SRC Senayan Jakarta

"Dan rapat bulanan untuk 30 perusahaan BUMN akan saya lakukan langsung dimana saya mengundang dirut dan komut bersamaan. Saya tidak mau drama-drama di perusahaan, dirut menjelekkan komut, komut menjelekkan dirut saya gak mau. Saya rapat bersama kalau ada perbedaan ayo kita duduk, karena tidak mungkin direksi berjalan tanpa dukungan komisaris, komisaris bukan direksi yang melakukan kerja harian kan direksi," jelas Erick. (Antaranews)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved