Rabu, 3 Juni 2026

Festival Kuliner

Ada Camilan Langka Khas Betawi di Festival SRC Jakarta

Ada Camilan Langka Khas Betawi di Festival SRC Jakarta. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Tayang:
DESY SELVIANY
Stand Jakarta Barat di SRC Jakarta, Minggu (24/11/2019). 

BERBAGAI macam produk Usaha Kecil Menengah (UKM) dari Jakarta Barat dijajakan di Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK) Minggu (24/11/2019).

Umumnya produk merupakan camilan khas Betawi yang kini sudah mulai langka.

Produk camilan khas Betawi itu dijajakan dalam festival Sampoerna Retail Comunity (SRC) Indonesia 2019.

Dampak Maraknya Perusahaan Gulung Tikar, 20 Orang Alami PHK Dapat Pelatihan Kerja dari BPJamsostek

Ketua SRC Jakarta Barat Supri mengatakan semua camilan yang dijual merupakan produk UKM dari Jakarta Barat.

Misalnya saja ada udang krispi yang dibuat oleh ibu-ibu di Kelurahan Kamal, ada keripik tempe dari Kelurahan Semanan, ada juga kue tambang khas dari Cengkareng.

"Harganya termurah Rp3000 itu keripik tempe sampai termahal Rp60 ribu itu darogdog pedas isi setengah kilo," kata Supri.

MALAM ini, Laga Persita Tangerang vs Persik Kediri Hadiah Pertama 1,5 Miliar

Supri menjelaskan ada 3.000 UMKM yang aktif di Jakarta Barat. Namun karena keterbatasan hanya produk dari 16 toko saja yang dipamerkan di festival tersebut.

"Toko-toko yang terpilih diharapkan bisa memotivasi UMKM lain agar lebih kreatif," kata Supri.

Kata Supri semua produk merupakan produk industri rumah tangga. Umumnya produk tersebut belum terkenal di pasaran. Sehingga diharapkan festival ini bisa menaikan nilai jual produk rumah tangga tersebut.

"Biasanya pemasarannya hanya di Jakarta Barat saja, semoga dengan festival ini pemasaran bisa tembus keluar wilayah," kata Supri.

Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Misalnya saja udang kremes dihargai Rp10 ribu sampai Rp25 ribu. Ada juga kue tambang dihargai Rp5 ribu saja. Selain itu ada bir pletok dihargai Rp10 ribu saja.

Kedubes Malaysia Terpantau Sepi, Suporter Indonesia Belum Tiba untuk Berunjuk Rasa Hari Ini

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya Ada sekira 3.000 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) menjajakan produk di Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK) Minggu (24/11/2019). Para pelaku UKM dari Jabodetabek itu mengikuti festival Sampoerna Retail Comunity (SRC) Indonesia 2019.

Di festival ini masyarakat bisa menemukan ribuan produk UKM khas Jakarta dan sekitarnya. Mulai dari produk kuliner khas Betawi dan produk kerajinan tangan dapat ditemukan di festival tersebut.

Pantauan Wartakotalive.com hampir seluruh wilayah Jakarta membuka stand di festival tersebut. Mulai dari stand Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat menjajakan produk khas UKM di wilayah masing-masing.

Selain itu ada juga stand-stand dari wilayah Bodetabek seperti dari Bogor, Depok, Tangerang, Karawang dan Bekasi.

Kadisdik DKI Persilahkan Guru Lakukan Perubahan di Kelas Sesuai Sambutan Menteri Nadiem

Stand Depok misalnya menjual kuliner khas Betawi seperti dodol dan kripik tempe. Stand Jakarta Barat juga menjual kuliner dan kerajinan tangan khas Betawi yang diproduksi oleh masyarakat setempat.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengapresiasi festival tersebut dalam sambutannya.

"Agar UMKM bisa bersaing dengan retail maka diperlukan pembinaan yaitu dengan melakukan modernisasi mulai dari pembinaan kepada pemilik toko agar dapat memberikan pelayanan yang ramah dan penataan barang yang rapih," kata Teten dalam sambutannya.

Selain itu Teten juga berharap warung-warung kecil bisa bersaing lewat aplikasi agar bisa menyuplai barang seperti retail modern menyuplai barang.

Perwakilan Paguyuban SRC Jakarta dan sekitarnya Tri Mulyani mengatakan festival ini juga mengajak masyarakat untuk mendukung pertumbuhan UKM lewat gerakan #BelanjaDekatRumah (Berkah).

Tangis Haru Saat Ratusan Siswa SDN Pondok Kacang Barat 03 Sungkem Pada Guru Mereka

Gerakan ini merupakan seruan kepada masyarakat untuk memilih berbelanja di toko kelontong di sekitar tempat tinggal mereka.

"Dengan hadirnya SRC untuk masyarakat, peluang baru bagi UKM di lingkungan sekitar dapat diwujudkan bersama-sama," kata Tri Mulyani.

Kepala Urusan Komersial dan pengembangan bisnis Sampoerna Henny Susanto mengatakan bahwa melalui SRC Sampoerna memberikan dukungan non-moneter berupa pelatihan manajemen toko, pengembangan bisnis, infrastruktur berbasis digital hingga perluasan jaringan sosial melalui komunitas paguyuban.

"Program pembinaan UKM terintegrasi yang kami jalankan melalui SRC bertujuan untuk meningkatkan daya saing toko kelontong dengan menumbuhkan semangat kewirausahaan kepada pemilik toko kelontong," kata Henny.

Paguyuban SRC sudah membina UMKM selama 11 tahun. Paguyuban ini terbentuk tahun 2008 di Medan dengan diikuti 57 toko kelontong.

Kini di tahun 2019 SRC telah beranggotakan 120.000 toko yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Festival yang digelar di Parkir Timur GBK akan berlangsung sampai pukul 18.00 WIB.

Tangis Haru Saat Ratusan Siswa SDN Pondok Kacang Barat 03 Sungkem Pada Guru Mereka

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved