Breaking News:

Jabatan Presiden Diperpanjang, Fadli Zon: Itu Membahayakan Demokrasi

Jabatan Presiden Diperpanjang, Fadli Zon: Itu Membahayakan Demokrasi. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Twitter
Fadli Zon 

WACANA perubahan masa jabatan presiden dan wakil presiden dikatakan Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon adalah hal yang tak perlu.

Menurutnya, jabatan presiden dan wakil presiden cukup dua periode.

"Terkait itu saya pikir sudah menjadi konvensi dan konsitusi kita. Masa jabatan presiden kita dua periode. Sudah pas itu, jangan lagi ada upaya memperpanjang itu, akan bahaya demokrasi kita," kata Fadli Zon kepada wartawan di Universitas Indonesia, Depok, Jumat (22/11/2019) malam.

Tampil di The 90s Festival, Vertical Horizon Senang Bisa Kembali Beraksi di Indonesia

Mantan Wakil DPR RI ini mengtakan, Indonesia pernah memiliki presiden dengan masa jabatan lama.

Namun hal itu justru dikritik saat era reformasi yang akhirnya menelurkan aturan bahwa masa jabatan presiden maksimal dua periode.

"Dua kali periode sudah pas itu. Sudah cukup banget, itu membahayakan demokrasi kita (kalau diperpanjang)," tutur Fadli.

Wacana perubahan masa jabatan presiden dan wakil presiden masih terus bergulir, seiring rencana MPR RI mengamandemen UUD 1945.

Karya Bhakti Gemmar Bersatu Di Markas Marinir

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved