BPJS Ketenagakerjaan

Ingin Lebih Membumi dan Dikenal Masyarakat, BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ganti Nama jadi BPJamsostek

BPJS Ketenagakerjaan ganti nama jadi BPJamsostek bertujuan untuk lebih memperkenalkan program jaminan sosial keternagakerjaan kepada warga Jakarta.

Istimewa
Deputi Direktur Wilayah BPJamsostek DKI Jakarta Cotta Sembiring saat acara press gathering terkait penggantian nama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menjadi BPJamsostek, Minggu (24/11/2019). 

"Dari dulu kan masyarakat lebih mengenal nama Jamsostek. Sejak berganti nama (BPJS Ketenagakerjaan) ini kami cukup kesulitan ya membumikan nama ini ke kalangan pekerja..."

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan berencana untuk berganti nama menjadi BPJamsostek.

BPJS Ketenagakerjaan ganti nama jadi BPJamsostek ini tak lain bertujuan untuk lebih memperkenalkan program jaminan sosial keternagakerjaan kepada masyarakat khususnya yang ada di Jakarta.

Deputi Direktur Wilayah BPJamsostek DKI Jakarta Cotta Sembiring menyatakan bahwa masyarakat selama ini sulit membedakan antara program jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan.

Tampilkan Lebih dari 80 Kostum, Jember Fashion Carnaval Meriahkan Lippo Village Festival 2019

Return to Work BPJS Ketenagakerjaan Cegah Pekerja Alami Resiko Sosial

Belum Ideal, BPJS Kesehatan Jakarta Utara akan Tambah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama

"Salah satunya juga karena faktor masyarakat sulit membedakan mana yang kesehatan dan mana yang ketenagakerjaan. Bahkan sebagian dari masyarakat ngga tahu kalau sebenarnya BPJS itu ada dua," ucap Cotta saat acara press gathering 2019, Minggu (24/11/2019).

Di samping itu, masyarakat secara umum lebih memahami penamaan instansi yang dikepalainya sebagai Jamsostek.

"Dari dulu kan masyarakat lebih mengenal dengan nama Jamsostek. Sejak berganti nama (BPJS Ketenagakerjaan) ini kami cukup kesulitan ya membumikan nama ini ke kalangan pekerja," katanya.

Bahkan, Cotta menyatakan banyak pula pejabat negara yang sulit membedakan antara BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Dengan penggantian nama tersebut, Cotta mengharapkan agar percepatan perlindungan sosial ketenagakerjaan di wilayah Jakarta bisa terlaksana.

"Selain itu, Cara kami memperkenalkan nama baru ini memang kuncinya adalah sosialisasi kepada masyarakat. Kemudian, memang kami membutuhkan media sebagai sarana sosialisasi juga," ungkap Cotta.

Peresmian bergantinya nama BPJS Ketenagakerjaan menjadi BPJamsostek akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sebagai Informasi, BPJamsostek Kantor Wilayah DKI Jakarta sampai dengan bulan Oktober telah membayarkan Klaim JHT sebesar Rp 5,66 triliun dengan jumlah kasus sebanyak 253.694 klaim.

Klaim JKK sebanyak 11.104 kasus dengan nilai sebesar Rp. 222,97 miliar, klaim JKM sebanyak 3.198 kasus dengan nilai sebesar Rp. 88,1 miliar dan Jaminan Pensiun sebanyak 27.149 dengan nilai sebesar Rp. 27,77 miliar. 

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved