Sampah

Perluasan TPA Burangkeng Terbentur Peraturan, Lahan Sempit Penyebab Sampah Bertumpuk

TPA Burangkeng kelebihan kapasitas dan sudah tidak mampu menampung semua sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng Kabupaten Bekasi. 

Persoalan sampah kerap kali terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi.

Mulai dari tumpukan sampah di pinggir jalan hingga tumpukan sampah di aliran sungai.

Pemerintah Kabupaten Bekasi mengatakan, akar masalah dari tumpukan sampah sembarangan itu karena lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng sudah kelebihan kapasitas.

TPA Burangkeng kelebihan kapasitas dan sudah tidak mampu menampung semua sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang dalam posisi sulit karena  upayanya dalam melakukan perluasan TPA terbentur peraturan tata ruang.

"Perluasan TPA terkendala rencana tata ruang wilayah (RTRW). Oleh karena itu perlu diubah dan disusun melalui peraturan daerah,” kata Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, Sabtu (23/11/2019).

Kasus Penipuan Jual Beli Ikan, Eza Gionino Bakal Lakukan Mediasi dengan Penjual Ikan

Air Putih dan Olahraga Kunci Awet Muda Thomas Djorghi Saat Usia Sudah Setengah Abad

Luas TPA Burangkeng sekarang mencapai 11,5 hektar. Kapasitasnya sekarang tak sebanding dengan volume sampah sehingga TPA tersebut perlu diperluas.

Namun berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi, perluasan hanya bisa dilakukan maksimal 25 hektar. Sedangkan, idealnya butuh perluasan sampai 40 hektar.

“Tapi tetap jika belum mengubah perda, tentunya tidak bisa memperluas lahan TPA Burangkeng,” katanya.

Menurut dia, jika sudah diperluas, akan dipikirkan mengenai penerapan teknologi di TPA Burangkeng, sehingga bisa mengurai sampah dan dijadikan energi terbarukan.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved