Breaking News:

Kasus Pencabulan

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Tangsel Belum Terungkap, Korban Mengaku Diteror Orang Tak Dikenal

Pelaku pencabulan yang dilakukan ayah tiri terhadap anaknya hingga hamil belum juga berhasil diringkus oleh kepolisian resor Tangerang Selatan.

Penulis: Zaki Ari Setiawan | Editor: Hertanto Soebijoto
Shutterstock/Mita Stock Images
ILUSTRASI Korban pencabulan ayah tiri 

Pelaku pencabulan yang dilakukan ayah tiri terhadap anaknya hingga hamil belum juga berhasil diringkus oleh kepolisian resor Tangerang Selatan.

Kasus pencabulan ayah tiri terhadap anaknya itu pertama kali mencuat ketika Ketua LBH Bang Japar, Ferry Irawan, membuat laporan ke Polres Tangerang Selatan pada pertengahan Oktober 2019 lalu.

Korban, H (16), yang kini memiliki anak berusia dua bulan bahkan malah mendapatkan teror dari orang tidak dikenal yang mengancam untuk membunuhnya.

"Menurut pengakuan korban ancaman dibunuh, jadi waktu itu dia keluar malam antar kue ke daerah Ciputat, di bawah flyover ada yang mepet dia pakai masker," kata Ferry saat dihubungi, Jumat (22/11/2019).

Khawatir dengan keselamatan korban, Ferry pun meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk melindungi H dari hal yang tidak diinginkan.

 TERBONGKAR, Surat Pemecatan dari Wings Air Tergeletak di Samping Pilot Gantung Diri di Indekosan

 Wings Air Buka Suara Terkait CoPilot yang Dipecat dan Didenda Penalti Rp 7 Miliar Tewas Gantung Diri

 Makan Martabak, Ashanty Langsung Dibawa ke Rumah Sakit Ternyata Autoimunnya Kambuh

 Jenazah Lelhy Arief, Istri Striker Timnas Ilija Spasojevic Siang Ini Diterbangkan ke Jakarta

"Makanya kita minta perlindungan ke LPSK, karena sudah satu bulan belum ditangkap, kita khawatir pelaku berbuat macam-macam makanya kita butuh perlindungan ke LPSK," ujarnya.

Selain meminta perlindungan, Ferry juga berharap korban mendapatkan bantuan medis untuk menghilangkan trauma yang didapatnya akibat perbuatan bejat ayah tirinya itu.

"Harapannya bisa dibantu secara psikologis unntuk menghilangkan trauma korban," katanya.

H merupakan korban dari tindakan bejat yang dilakukan ayah tirinya sewaktu tinggal di kawasan Pemulung daerah Pamulang, Tangerang Selatan.

 Mahfud MD Sebut Veronica Koman WNI Penerima Beasiswa Belajar ke Australia yang Ingkar Janji

Sejak umur 12 tahun, H diperkosa oleh ayah tirinya yang mengancam akan membunuhnya jika menolak permintaan berhubungan badan ketika ibu kandungnya mulai sakit-sakitan.

Perbuatan ayah tiri itu semakin menjadi-jadi ketka ibu kandung H meninggal dunia.

Bahkan, perbuatan ayah tirinya itu membuat H sampai hamil dua kali yang kehamilan pertamanya mengalami keguguran.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved