Kasus Pencabulan

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Tangerang Selatan Masih Berkeliaran, LPSK Temui Korban

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sudah menemui korban pemerkosaan ayah tiri terhadap anaknya yang kasusnya belum diungkap oleh Polres Tang

Penulis: Zaki Ari Setiawan | Editor: Hertanto Soebijoto
Tribun Jateng
ilustrasi pencabulan 

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sudah menemui korban pemerkosaan ayah tiri terhadap anaknya yang kasusnya belum diungkap oleh Polres Tangerang Selatan.

Korban, H (16), diperkosa oleh ayah tirinya selama empat tahun hingga hamil sewaktu masih tinggal di kawasan pemulung di Pamulang, Tangerang Selatan.

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi, menerangkan, sebelum melakukan perlindungan pihaknya akan melakukan penilaian terhadap korban setelah bertemu dengan korban di kediaman neneknya di daerah Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (21/11/2019) kemarin.

"Kami sudah koordinasi dengan penyidik, sudah bertemu dengan korbannya, melakukan assessment korbannya, kami masih menunggu hasil assessment dan menunggu rapat paripurna untuk mendapatkan persetujuan sebagai terlindung LPSK," kata Edwin dihubungi Warta Kota, Jumat (22/11/2019).

Dijelaskan Edwin, nantinya fasilitas yang akan diberikan LPSK akan bergantung pada kebutuhan korbannya yakni bantuan medis karena trauma dan sosial untuk menunjang pendidikannya yang putus.

 TERBONGKAR, Surat Pemecatan dari Wings Air Tergeletak di Samping Pilot Gantung Diri di Indekosan

 Wings Air Buka Suara Terkait CoPilot yang Dipecat dan Didenda Penalti Rp 7 Miliar Tewas Gantung Diri

 Makan Martabak, Ashanty Langsung Dibawa ke Rumah Sakit Ternyata Autoimunnya Kambuh

 Jenazah Lelhy Arief, Istri Striker Timnas Ilija Spasojevic Siang Ini Diterbangkan ke Jakarta

"Apabila nanti ada kebutuhan medisnya kami berikan bantuan medis, kalau ada kebutuhan pendidikannya kami berikan bantuan sosial," tuturnya.

Ketua LBH Bang Japar yang juga mendampingi korban, Ferry Irawan, mengatakan, korban mengalami trauma akibat perbuatan ayah tirinya.

"Secara psikologi korban suka melamun dan menangis, makanya kita minta tolong ke LPSK," ujar Ferry.

Korban, kata Ferry lagi, juga mengaku mendapatkan teror dari orang tidak dikenal yang mengancam untuk membunuhnya usai melakukan pelaporan ke Polres Tangerang Selatan.

 Di Atas Pusara Sambil Berlinang Air Mata, Spaso Tatap Jenazah Lelhy Sang Istri Terakhir Kalinya

"Makanya kita minta perlindungan ke LPSK, karena sudah satu bulan belum ditangkap, kita khawatir pelaku berbuat macam-macam makanya kita butuh perlindungan ke LPSK," ujarnya.

Sejak umur 12 tahun, H diperkosa oleh ayah tirinya yang mengancam akan membunuhnya jika menolak permintaan berhubungan badan ketika ibu kandungnya mulai sakit-sakitan.

Perbuatan ayah tiri itu semakin menjadi-jadi ketka ibu kandung H meninggal dunia.

 Mahfud MD Sebut Veronica Koman WNI Penerima Beasiswa Belajar ke Australia yang Ingkar Janji

Bahkan, perbuatan ayah tirinya itu membuat H sampai hamil dua kali yang kehamilan pertamanya mengalami keguguran.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved