Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Jadi Korban KDRT, Ibu Dua Anak Warga Panama Minta Polda Metro Tahan Suaminya

RLP (31), ibu dua anak, warga negara asing (WNA) asal Panama yang tinggal di Indonesia, mengaku telah dianiaya suaminya, PSV, WNI keturunan India.

Tribun Bogor
Ilustrasi 

RLP (31), ibu dua anak, seorang warga negara asing  (WNA) asal Panama yang tinggal di Indonesia, mengaku telah dianiaya suaminya, PSV, seorang WNI keturunan India, hingga bahu kanannya mengalami luka lebam.

Perilaku PSV yang kasar dan sewenang-wenang mulai tampak setelah setahun pernikahan mereka.

Bahkan saat RLP mengandung anak kedua mereka tahun 2017 lalu, PSV kerap kali membawa wanita lain ke rumah mereka di Jalan Brawijaya III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Rata-rata Sehari Ada 3 Korban KDRT yang Buat Laporan Visum di RS Polri Kramat Jati

Selain kekerasan fisik, RLP juga mengalami kekerasan psikologis hingga trauma, shock dan perasaan ketakutan.

Sehingga RLP kini harus meminta perlindungan dari keluarga dan kerabatnya yang ada di Jakarta.

Kasus penganiayaan yang dialami RLP sudah dilaporkannya ke Polda Metro Jaya, pada 27 Juni 2019 lalu.

Dari hasil penyelidikan petugas, PSV, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Ada 400 Ribu Perempuan Terima KDRT, Masih Didominasi Kekerasan Seksual

Meski begitu, hingga kini PSV belum ditahan pihak kepolisian.

Hal ini membuat kondisi RLP makin trauma dan ketakutan.

Kuasa Hukum RLP yakni, Pahrozi menjelaskan selain mengalami kekerasan rumah tangga (KDRT), korban juga dilarang oleh tersangka PSV, mengambil semua barang-barangnya berupa pakaian atau baju dari rumah mereka.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved