Rusuh Papua

VERONICA KOMAN Pulang Ke Indonesia, Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan: Saya yang Akan Menjemput

Janji Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan, yakni mengaku siap menjemput Veronica Koman di Bandara, bila Veronica Koman berani pulang ke Indonesia.

Editor: Panji Baskhara
ABC TV: The World
Janji Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan, yakni mengaku siap menjemput Veronica Koman di Bandara, bila Veronica Koman berani pulang ke Indonesia. 

"Itu hukum perdata biasa, silakan saja kalau orang mau ramai, karena masalah itu biasanya dibawa ke ranah politik.”

“Kalau pun dibawa ke ranah pidana dan ditetapkan daftar pencarian orang pun bisa, karena dia menyebarkan provokasi dan separatisme serta berita bohong."

"Dia harus bertanggung jawab karena dia masih orang Indonesia,” tegas Mahfud MD.

Sebelumnya, Polda Jawa Timur menyiapkan permintaan surat red notice terhadap penangkapan pengacara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Veronica Koman.

Permintaan surat red notice tersebut bersamaan dengan dimasukkannya Veronica Koman dalam Daftar Pencarian Polisi (DPO).

"Kami sudah mengeluarkan DPO dan surat untuk permintaan red notice," kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan di Polda Jatim, Jumat (20/9/2019).

Permohonan surat red notice ke Interpol tersebut guna memburu Veronica Koman.

Luki mengatakan, pihak hubinter melalui Interpol sudah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI tentang komunikasi Veronica Koman.

"Saya mendapat kabar, Veronica sudah ada komunikasi langsung dengan pihak KBRI."

"Isi komunikasinya kami tidak tahu, tapi sudah ada komunikasi," ujar Luki.

Terkait keberadaan Veronica Koman, polisi menyebut masih berada di Australia.

"Nanti akan dirapatkan surat permohonan (red notice) dari kami. Siapapun yang melanggar hukum harus ditindak tegas," tegas Luki.

Sebelumnya, Polda Jatim memasukkan Veronica Koman dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa tahap gelar perkara dan upaya paksa terhadap pengacara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) ini.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved