Preman Pondok Aren Ini Kerap Berulah, Sepekan Sebelumnya Menganiaya Orang Di Lokasi yang Sama

pelaku terinsipari dari film John Wick sehingga dalam melakukan aksinya dia meniru denngan cara menggunakan benda yang kecil mematikan

Preman Pondok Aren Ini Kerap Berulah, Sepekan Sebelumnya Menganiaya Orang Di Lokasi yang Sama
Wartakotalive.com/Zaki Ari Setiawan
Preman Pondok Aren, Ilham alias Njoy, saat ungkap kasus pemukulan di Mapolsek Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (22/11/2019). 

Tersangka Ilham alias Njoy (26), preman yang memukuli pengendara mobil bernama Fajri Dika (24) hingga babak belur, ternyata adalah seorang yang bermasalah karena sering berbuat ulah.

Bahkan sepekan sebelum menganiaya Dika di Jalan Ceger Raya pada Minggu (17/11/2019) malam lalu, Njoy adalah juga menganiaya seseorang berinisial SR di sebuah minimarket di lokasi yang sama yang mengakibatkan korban luka memar.

“Kejadian (penganiayaan--red) ini dilaporkan dua kali, pada hari Senin (11/11/2019) dan hari Minggu (17/11/2019). Pelakunya sama, Lokasi kejadian jalannya sama tapi spesifiknya beda,” kata Kapolsek Pondok Aren, Komisaris Polisi Afroni di Mapolsek Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (22/11/2019) kepada Wartakotalive.com.

Dijelaskan, Afroni, pada kasus pemukulan yang dilakukan Njoy terhadap SR dilakukan di sebuah minimarket di wilayah Ceger, tidak jauh dari tempat pemukulan Dika.

Akan tetapi, saat memukuli SR di minimarket itu, Njoy sedang dalam keadaan mabuk.

“Dipukuli juga, hampir sama, tapi yang pertama dia minum dulu, minum jamu,” ujar Afroni.
Akibat kejadian itu, SR mengalami luka memar akibat dipukul Njoy secara membabi buta.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Njoy, pihak kepolisian Polsek Pondok Aren mendapati fakta bahwa pria dengan leher penuh tato itu sudah sering keluar masuk kantor polisi terkait kasus penganiayaan.

“Memang dia sempat keluar masuk tahanan, kasusnya hampir sama penganiayaan, pengeroyokan. Jadi sudah sering, empat kali,” kata Kompol Afroni.

Pada kasus pemukulan terhadap Fajri Dika, Njoy mengaku dirinya kesal karena kakinya dilindas oleh mobil korban yang sedang melintas.

“Saya kesal karena kaki saya kelindes,” kata Njoy yang mengenakan pakaian tahanan.

Menurutnya, saat itu dia sedang dalam keadaan sadar meminta sumbangan terhadap angkutan kota (angkot) yang kemudian diklakson oleh korban.

Halaman
12
Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved