Staf Khusus Jokowi

PKS Anggap Nuansa Bagi-bagi Kursi Terlihat dalam Pemilihan Staf Khusus Jokowi, Tak Sesuai Komitmen

lihat keseluruhan staf khusus yang ada, nuansa bagi-bagi kursi masih terlihat, sesuatu yang bertentangan dengan komitmen Presiden Jokowi sejak 2014

PKS Anggap Nuansa Bagi-bagi Kursi Terlihat dalam Pemilihan Staf Khusus Jokowi, Tak Sesuai Komitmen
ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan) CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Maruf ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). Ketujuh stafsus milenial tersebut mendapat tugas untuk memberi gagasan serta mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. 

Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Ahmad Fathul Bari menilai, penunjukan 13 staf khusus Presiden Joko Widodo masih bernuansa bagi-bagi jatah kekuasaan.

Menurut Fathul, penunjukan staf khusus tersebut bertentangan dengan komitmen Jokowi sejak 2014, yaitu berjanji membangun Kabinet Kerja dan tidak bagi-bagi kursi.

"Kalau lihat keseluruhan staf khusus yang ada, nuansa bagi-bagi kursi masih terlihat, sesuatu yang bertentangan dengan komitmen Presiden Jokowi sejak 2014 (bangun kabinet dan tidak bagi-bagi kursi)," kata Fathul saat dihubungi, Jumat (22/11/2019).

Sidang Bergulir, OC Kaligis Gugat Anies Baswedan karena Tunjuk BW Jadi Anggota TGUPP

JADI STAF Milenal Jokowi, Inilah Janji Putri Indahsari Tanjung dan 6 Staf Khusus Presiden Jokowi

Menurut Fathul, jumlah staf khusus Presiden Jokowi sangat banyak sehingga tidak menjadi efisien dalam pemerintahan.

Hal lain yang jadi sorotan adalah tugas, pokok, dan fungsi (Tupoksi) para staf khusus belum jelas.

"Kalau lihat jumlah staf khusus yang sangat banyak, tentu bertentangan dengan alasan efisiensi, apalagi belum jelas tupoksi mereka," ujar dia.

PKS, kata dia, akan melihat apa saja yang nantinya akan dilakukan staf khusus presiden tersebut.

"Tapi tentu hal tersebut harus diuji dan kita akan lihat nanti apa yang mereka perbuat," ucapnya.

Kondisi Menurun karena Autoimun, Ashany Harus Dibiopsi Sampai Bikin Arsy Menangis

Selanjutnya, Fathul berharap, seluruh staf khusus Presiden Joko Widodo khususnya dari kalangan muda, dapat memberikan kontribusi dalam pemerintahan.

Sehingga, mereka dapat menjadi citra yang baik bagi masyarakat.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved