Perluas Fasilitas, PT Cabot Indonesia Akan Tambah 80.000 Ton Produksi Karbon Hitam

Perluas Fasilitas, PT Cabot Indonesia Akan Tambah 80.000 Ton Produksi Karbon Hitam. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Perluas Fasilitas, PT Cabot Indonesia Akan Tambah 80.000 Ton Produksi Karbon Hitam
Warta Kota/Alex Suban
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Senior VP & President Reinforcment Materials Cabot Corporation (ketiga dari kiri), dan Managing Director Cabot Asia Pacific Sounth dan President Cabot Indonesia Dixy Olyviardy (kelima dari kiri) melakukan prosesi Ground Breaking Cilegon Plant Expansion di Cilegon, Banten, Kamis (21/11/2019). Cabot Indonesia menambah kapasitas produksi tahunan Karbon Hitam hingga 80 ribu metrik ton dengan membangun pabrik baru yang akan beroperasi penuh tahu 2021. 

FASILITAS produksi karbon hitam oleh PT Cabot Indonesia di Cilegon, Banten, akan diperluas untuk menambahkan 80.000 metrik ton hasil produksi per tahunnya.

Penambahan hasil produksi itu menjadi bagian dari proyek peningkatan kapasitas dan debottlenecking global yang sudah diumumkan pada Mei 2018 lalu.

"Indonesia diproyeksikan akan menjadi salah satu negara dengan perekonomian yang kuat dalam satu dekade mendatang, dan investasi ini menunjukkan kepercayaan dan komitmen kami terhadap hal tersebut," kata Managing Director Cabot Asia Pacific South dan President Cabot Indonesia, Dixy Olyviardy di acara peletakan batu pertama penambahan fasilitias produksi, Cilegon, Kamis (21/11/2019).

VIDEO Viral Pria Mengamuk di Masjid Bikin Jamaah Berlarian, Datang Berpakaian Hitam dan Bawa Tongkat

Perluasan fasiltas produksi ini direncakan akan rampung pada tahun 2021 mendatang.

“Sebagai produsen carbon black terbesar di dunia, kami memiliki posisi khusus untuk memperluas langkah kami secara global untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen di seluuh wilayah di dunia," ujar Senior Vice President dan President Reinforcement Materials, Bart Kalkstein.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang yang juga hadir dalam peletakan batu pertama perluasan fasilitas produksi Cabot Indonesia, menyampaikan harapannya agar ekspansi ini dapat memenuhi kebutuhan karbon hitam di dalam negeri sekaligus mempengaruhi perekonomian di Indonesia.

"Dengan ekspansi dari Cabot diharapkan substitusi import yang akan sebesar 90 ribu ton per tahun atau Rp 1,5 triliun per tahun bisa menekan defisit neraca perdagangan di Indonesia," ujar Agus.

Karbon hitam merupakan salah satu formula campuran untuk ban dan karet yang juga dapat dijadikan sebagai pewarna hitam pada cat, kabel listrik, karpet mobil, dan lainnya.

Cabot Indonesia saat ini dengan fasilitas produksi yang dimilikinya mampu menghasilkan 90.000 metrik ton karbon hitam per tahun. 

Sebentar Lagi Bogor Barat akan Jadi Kabupaten, Pemkab Alokasikan Anggaran Rp 40 Miliar

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved