Kasus First Travel

Negara Rampas Aset First Travel Padahal Tak Dirugikan, Politikus Golkar Bilang Aneh dan Janggal

Menurut polikus Partai Golkar itu, negara tidak memiliki kerugian sepeser pun akibat kasus First Travel.

Negara Rampas Aset First Travel Padahal Tak Dirugikan, Politikus Golkar Bilang Aneh dan Janggal
Warta Kota/Gopis Simatupang
Calon jemaah umroh First Travel melakukan prosesi tabur bunga di depan Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard GDC, Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Selasa (22/4/2019), sebagai ungkapan dukacita atas meninggalnya jemaah asal Tangerang bernama Suwarni (61). 

PUTUSAN Mahkamah Agung (MA) yang menguatkan vonis Pengadilan Negeri Depok dan Pengadilan Negeri Bandung yang memutuskan aset First Travel dirampas negara, dinilai aneh dan janggal.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar Ace Hasan Syadzily, saat diskusi bertajuk 'Ideal Aset First Travel Disita Negara?' di Media Center DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

"Pertama mengenai putusan MA mengenai Fist Travel yang menyatakan bahwa barang sitaan yang ada pada kasus Fist Travel."

JADWAL Pertandingan Timnas Indonesia U23 di SEA Games 2019: Hari Pertama Langsung Lawan Thailand

"Kemudian yang disita oleh negara, merupakan sesuatu yang membuat kami aneh dan janggal," kata Ace.

Menurut polikus Partai Golkar itu, negara tidak memiliki kerugian sepeser pun akibat kasus First Travel.

Justru yang ada, negara dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) lalai dan abai melakukan pengawasan terhadap penyelenggara umrah itu.

Komisi III Nilai Kecolongan, BNPT Sebut Sudah Berikan Informasi ke Densus 88 Sebelum Wiranto Ditikam

Ace menilai negara seharusnya melindungi masyarakatnya agar tidak tertipu dalam menjalankan ibadahnya.

"Tidak ada negara sepeser pun dirugikan dari proses yang terjadi akibat dari kasus Fist Travel."

"Malah yang ada justru negara lalai terhadap praktik penyelenggaraan umrah," jelasnya.

Posisi Kabareskrim Masih Kosong Sejak Ditinggalkan Idham Azis, Ini Penjelasan Polri

Ia menuturkan, negara lalai terhadap korban First Travel karena tidak melakukan pengawasan.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved