Pencari Suaka

Krisis Air Bersih, Puluhan Anak Pengungsi Afghanistan Alami Penyakit Kulit

Hampir setengah tahun anak-anak pengungsi asal Afghanistan mendiami gedung eks Komando Distrik Militer (Kodim) di Kalideres, Jakarta Barat.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Andy Pribadi
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Satu anak pengungsi alami penyakit kulit di belakang lehernya Jumat (22/11/2019) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Desy Selviany

KALIDERES, WARTAKOTALIVE.COM - Hampir setengah tahun anak-anak pengungsi asal Afghanistan mendiami gedung eks Komando Distrik Militer (Kodim) di Kalideres, Jakarta Barat.

Kini mereka mulai mengalami penyakit kulit.

Misalnya saja yang dialami hampir seluruh anak-anak Arif Matin (44).

Kata Arif anak-anaknya sudah mengalami sakit kulit beberapa minggu belakangan ini.

"Sama sekali belum saya bawa ke dokter, uang kami sudah habis, kami tidak punya uang untuk membayar dokter," kata Arif ditemui di gedung pengungsian sementara, Jumat (22/11/2019).

Pantauan Wartakotalive.com 3 dari 5 anak Arif alami penyakit kulit.

Terdapat koreng di kaki, lengan dan tangan mereka.

Satu anak perempuan Arif yang masih berumur 7 tahun bahkan lebih parah.

Terdapat Koreng dan kulit kemerahan di leher bagian belakang gadis kecil tersebut.

"Saya tidak tahu apa penyebabnya, karena kami tidak mampu membayar dokter," kata Arif.

Menurut perwakilan pengungsi Wahid Ali, 50 persen anak-anak pengungsi alami penyakit kulit.

Kemungkinan penyakit itu terjadi karena krisis air bersih di tempat pengungsian.

"Karena berbulan-bulan disini tidak ada air bersih, jadi sekira 50 persen anak alami penyakit kulit," kata Ali.

Selama ini kata Ali, para anak-anak pengungsi hanya mengandalkan kamar mandi umum di Terminal Kalideres untuk mandi.

Sampai saat ini ada sekira 80 anak pengungsi mendiami gedung tersebut.

Berarti hampir 40 anak alami sakit kulit karena krisis air bersih.

"Belum, sampai saat ini belum ada dokter atau tenaga medis yang memberikan bantuan kesehatan," kata Wahid.

Wahid menjelaskan baru seminggu ini para pengungsi mencoba membangun air bersih di area gedung. (m24)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved