Penistaan Agama

GNPF Ulama Nilai Ucapan Sukmawati Lebih Rusak Daripada Penistaan Agama yang Dilakukan Ahok

GNPF Ulama melaporkan Sukmawati Sukarnoputri ke Bareskrim Polri, terkait ucapan yang diduga membandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad.

GNPF Ulama Nilai Ucapan Sukmawati Lebih Rusak Daripada Penistaan Agama yang Dilakukan Ahok
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sukmawati Soekarnoputri menunjukan buku usai berbicara kepada wartawan di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018). 

Dalam pelaporan tersebut, GNPF Ulama membawa bukti laporan CD berisi video saat Sukmawati mengucapkan hal tersebut dan sejumlah artikel mengenai ucapan itu.

Sukmawati dilaporkan atas tuduhan penistaan agama sesuai Pasal 156 A KUHP Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946.

DAFTAR 37 Pati Polri Naik Pangkat: Ketua KPK Terpilih Jadi Komjen, Argo Yuwono Akhirnya Raih Bintang

Sebelumnya, Sukmawati Sukarnoputri, putri Proklamator RI Soekarno, mengaku jengkel dengan maraknya bendera hitam bertuliskan Arab, yang kerap dikibarkan kelompok tertentu di Indonesia.

Kejengkelan itu ia ungkapkan saat menghadiri diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme', Senin (11/11/2019).

Awalnya, pemilik nama lengkap Diah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri itu membahas perjuangan Bangsa Indonesia melawan pasukan asing di Surabaya pada November 1945 silam.

 Partai NasDem Targetkan Jadi Jawara Pemilu 2024, Pengurusnya Bakal Sampai Desa dan Kelurahan

Ia menyatakan, tentara Indonesia berjuang keras mengalahkan penjajah dengan peralatan seadanya. Hingga akhirnya, tentara Indonesia bisa mengibarkan bendera merah putih.

"Kita rakyat Indonesia hanya seadanya dan senjata dari Jepang dan bambu, keris golok dan segala macem," ucapnya di Gedung The Tribrata, Jalan Dharmawangsa III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Para pahlawan itu naik ke suatu gedung, berkibarlah bendera merah putih biru atau benderanya Belanda."

 Patrice Rio Capella Komentari Partai Nasdem, Anak Buah Surya Paloh Berniat Laporkan ke Polisi

"Kemudian mereka ambil itu bendera dan mereka robek warna biru dan dinaikkan lagi merah putih."

"Berkibarlah bendera merah putih untuk merdeka atau mati," tuturnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved