Breaking News:

Amandemen UUD 1945

Wakil Ketua MPR Ungkap Ada Wacana Masa Jabatan Presiden Ditambah Jadi Tiga Periode

WAKIL Ketua MPR Arsul Sani mengungkapkan wacana menambah masa jabatan Presiden, dari dua periode menjadi tiga periode.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Presiden Joko Widodo memberikan pidato awal masa jabatan, setelah Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Masa Jabatan 2019-2024, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019). 

Effendi Gazali adalah pengaju pemilu serentak di Mahkamah Konstitusi (MK). Ia kini mengatakan seharusnya MK dapat mencegah masyarakat terbelah.

Apa yang dikatakan olehnya adalah merujuk putusan MK yang mengesahkan adanya Presidential Threshold yang seharusnya tidak pernah terjadi.

"Itulah inti permohonan kami. Kami ingin banyak capres agar bangsa tidak terbelah. MK memang tidak bisa membuat undang-undang. Tetapi, MK bisa mencegah bangsa ini terbelah," tegasnya.

 Kapok Gelar Pemilu Serentak Pakai Lima Kotak Suara, KPU: Cukup Sekali Saja

Katanya, menjadi sebuah konsekuensi apabila capres-cawapres hanya dua pasangan calon, bangsa akan terpecah belah.

Penyelenggara pemilu pun menurutnya hanya akan sibuk mengurus soal konflik dan hoaks.

"Rakyat harus tahu, ini pemilu yang kami mintakan. Kami sudah minta MK dan pembentuk undang-undang yang tanggung jawab atas kekacauan ini," paparnya.

 Jusuf Kalla Minta Jokowi dan Prabowo Bertemu Langsung, Jangan Lewat Utusan

Effendi Gazali mengatakan, seharusnya kodifikasi undang-undang pemilu sudah berjalan pada Pemilu 2019.

Sebab, keputusan adanya pemilu serentak sudah disahkan oleh Mahkamah Konstiusi sejak 2014 lalu. Hal itu yang membuat dirinya mempertanyakan keberlangsungannya.

"Harusnya waktu lima tahun dua bulan ini sangat cukup untuk Kodifikasi UU Pemilu. Jangan-jangan sengaja waktunya dipepet agar presidential threshold tetap bisa dipertahankan?" duganya.

 Ratna Sarumpaet: Pemilu 2019 Berantakan, Jangan-jangan Panitianya Pelit

Jangankan untuk kodifikasi, lanjutnya, pemangku kepentingan sudah tidak memiliki sisa tenaga untuk memikirkan tertib kepemiluan dan simulasi dan sosialisasi penyelenggaraan pemilu serentak.

Halaman
1234
Penulis: Sri Handriyatmo Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved