Berita Video

VIDEO: Pemecatan Sepihak, Puluhan Karyawan Kasur Busa di Bogor Tuntut Ganti Rugi

“Pabrik tak beroperasi dan yang membuat kami kaget tiba-tiba ada tulisan di gerbang depan bahwa pabrik ini dijual. Kalau bangkrut berikan penjelasan d

Warta Kota/Luthfi Khairul Fikri
Sejumlah puluhan karyawan PT Gading Mas Wirajaya (GMW) Foam di Kampung Cikuda, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor melakukan aksi unjuk rasa kepada manajemen perusahaan kasur busa itu. 

Puluhan karyawan PT Gading Mas Wirajaya (GMW) Foam di Kampung Cikuda, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, melakukan aksi unjuk rasa kepada manajemen.

Pantauan Wartakota, mereka bahkan rela memasang tenda dengan tiang kayu seadanya dan atap terpal yang percis berada didepan pabrik tersebut.

Terlihat terdapat juga sejumlah orang yang juga tengah mengobrol satu sama lain serta ada pula yang tengah memasak didalam tenda itu.

Aksi ini dilakukan agar perusahaan bisa mengeluarkan hak atau pesangon yang tak kunjung diberikan.

”Ya kami terhadap perusahaan cuma meminta hak-hak kami selama bekerja belasan tahun untuk segera dibayarkan,” ujar salah satu karyawan, Nellih (34) kepada Wartakota saat ditemui di lokasi, Rabu (20/11/2019).

Bahkan, aksi menginap mereka ini di depan perusahaan tersebut telah dilakukannya sejak setahun kebelakang terhitung dimulai pada Desember 2018 lalu.

Menurutnya, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, pihaknya diberhentikan sekaligus tiba-tiba perusahaan menutup produksinya dengan alasan karena bangkrut.

Padahal selama ini produksinya lancar. Manajemen juga tidak memberitahukan alasan kenapa pabrik berhenti beroperasi.

“Pabrik tak beroperasi dan yang membuat kami kaget tiba-tiba ada tulisan di gerbang depan bahwa pabrik ini dijual. Kalau bangkrut berikan penjelasan dan tolong berikan hak kami,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi, pihak PT GMW melalui salah satu Sekuriti, Sobar, mengatakan, pihak perusahaan memang tidak memberikan alasan apapun.

Saat ini, dirinya mengaku hanya ditugaskan menjaga pabrik yang sudah tak beroperasi hingga batas waktu yang tak ditentukan.

“Sudah tidak ada kegiatan lagi disini. Dan, manajemen juga sudah tidak ada di sini, jadi saya cuma jaga tempat ini,” tuturnya.

Adapun, dampak pemecatan sepihak dari perusahaan tersebut, sebanyak 50 karyawan terpaksa terlantar dan kehilangan pekerjaannya.(M20)

Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved